RADAR BOGOR – Pada penghujung Agustus 2025, kabar baik datang bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.
Setelah melalui proses verifikasi, kini bantuan sosial reguler PKH dan BPNT tahap 3 (periode Juli–September) telah mencapai status berhasil cek rekening.
Proses pemutakhiran data penerima bansos rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali, dengan status di sistem SIKS-NG sebagai penentu utama.
Nama-nama KPM yang akan menerima bantuan sudah muncul di menu final closing dan dilengkapi detail komponen serta nominal yang akan diterima.
Namun, bagi KPM yang datanya tidak masuk ke final closing atau ditandai exclude di DTKS, kemungkinan besar tidak akan lagi menerima bantuan.
Hal ini dikarenakan, setelah dilakukan pengecekan lapangan, KPM tersebut dianggap sudah tidak layak, misalnya karena masuk dalam desil 6 hingga 10 (tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi).
Pemerintah menegaskan, bansos bersifat sementara dan bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar, bukan untuk menjadikan keluarga kaya.
Bagi KPM yang masih produktif, tersedia program pemberdayaan seperti bantuan modal usaha untuk mendorong kemandirian dan graduasi dari bansos.
Selain bansos reguler, ada beberapa bantuan lain yang juga mulai cair, antara lain:
• Bantuan Penebalan Bansos BPNT: Sejumlah KPM melaporkan adanya saldo Rp400.000 yang masuk ke KKS mereka. Dana ini merupakan bantuan penebalan BPNT yang sempat tertunda pencairannya.
• Program Indonesia Pintar (PIP): Bantuan pendidikan ini juga terus disalurkan, terutama untuk termin 2. Per 27 Agustus, beberapa KPM penerima PIP sudah mulai mencairkan dana untuk anak-anak sekolah penerima.
Meskipun pencairan PKH dan BPNT tahap 3 belum berlangsung, status berhasil cek rekening menunjukkan pencairan akan segera dimulai, kemungkinan besar pada September 2025.
Untuk KPM yang baru beralih dari PT Pos ke KKS, pembagian kartu sudah mulai dilakukan di beberapa wilayah. Hal ini menjadi sinyal bahwa jadwal pencairan untuk KPM bansos baru tersebut sudah di depan mata.***
Editor : Eli Kustiyawati