RADAR BOGOR - Tahap ketiga penyaluran bansos PKH BPNT disebut bakal dilakukan pemerintah dalam waktu dekat.
Nominal bansos PKH BPNT mencapai Rp600.000, bahkan ada penerima yang mendapatkan pencairan ganda.
Namun, di balik kabar gembira ini, masih banyak keluarga penerima manfaat (KPM) bansos PKH BPNT yang justru menghadapi berbagai kendala.
Beberapa penerima belum mendapatkan KKS Merah Putih, beberapa ada yang menyalahgunakan bantuan, ada juga yang statusnya bertuliskan exclude.
Artinya, mereka tidak lagi berhak menerima bansos.
Menurut Kementerian Sosial, hal ini terjadi karena penerima dinilai sudah masuk kategori ekonomi lebih baik (desil 6 ke atas).
Namun, banyak warga yang mengaku masih hidup dalam kesulitan, bahkan lebih miskin dibanding sebagian penerima yang tetap mendapat bansos.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar soal akurasi data penerima bansos serta keadilan distribusi bantuan.
Peralihan pencairan dari PT Pos ke Kartu KKS Merah Putih juga menimbulkan masalah baru.
Banyak KPM di pedesaan belum menerima kartu mereka, padahal tanpa kartu tersebut, bantuan tidak bisa dicairkan.
Di satu sisi, sebagian penerima beruntung mendapat pencairan dobel karena tertunda di tahap sebelumnya.
Namun di sisi lain, ada keluarga miskin yang tidak lagi menerima bantuan sama sekali.
Ketimpangan ini dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.
Meski aturan terbaru mewajibkan KKS dipegang langsung oleh KPM, masih ada laporan bahwa kartu justru dipegang aparat desa atau pendamping dengan alasan administrasi.
Kondisi ini membuka peluang terjadinya praktik pemotongan atau pungutan liar.
Program bansos memang menjadi instrumen penting untuk mengurangi kemiskinan.
Namun, jika masalah data, distribusi, dan transparansi tidak segera diatasi, bantuan justru bisa memicu ketidakpercayaan publik.
Pemerintah dituntut untuk tidak hanya fokus pada nominal yang dicairkan, tetapi juga pada keadilan, akurasi, dan pengawasan ketat agar bansos benar-benar sampai ke tangan masyarakat miskin yang berhak.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga