RADAR BOGOR - Tanggal 3 September 2025 menjadi hari penuh tanda tanya bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) mengenai penyaluran bansos (bantuan sosial) baik yang lama maupun peserta baru dengan pemeriksaan saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dalam sebuah siaran langsung pengecekan saldo KKS, publik khususnya peserta baru dikejutkan dengan hasil penyaluran bansos yang tidak biasa.
Dari tujuh kartu penyaluran bansos yang diuji di mesin ATM, hanya satu yang cair, yakni KKS BPNT murni terbitan 2021 dengan saldo sebesar Rp600.000. Bukan peserta baru.
Baca Juga: Jaga Kota Depok, Ratusan Petugas Gabungan Gencar Patroli Siang Malam
Yang lebih mengejutkan, sang penyiar menyebut bahwa pemilik kartu tersebut masih berusia sekitar 30 tahun.
Informasi ini langsung memicu dugaan bahwa ada pola khusus dalam pencairan, bahkan muncul spekulasi adanya prioritas bagi peserta muda.
Pertanyaan besar segera membanjiri kolom komentar siaran langsung tersebut.
Baca Juga: Uang Dinas Gubernur Jawa Barat Senilai Rp600 Juta Dipakai untuk Asuransi Ojol, Dedi Mulyadi: Saya mah Rp25 Juta Cukup Sampai Desember
“Kenapa justru KKS 2021 yang cair duluan, sementara KKS 2017 dan 2018 masih kosong?” tulis seorang warga yang penasaran.
Dugaan pun bermunculan. Ada yang percaya pemerintah mungkin lebih mendahulukan penerima dengan kategori usia produktif, dengan alasan mereka dianggap lebih mampu mengelola bantuan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari.
Namun, tidak sedikit pula yang menganggap ini hanya kebetulan teknis dalam sistem perbankan yang menyalurkan dana secara acak.
Baca Juga: Serab Coffee Brewery, Rekomendasi Coffee Shop dengan Tema Industrial Cozy yang Cocok Buat WFC
Diskusi di kolom komentar semakin ramai dan serius. Warga dari berbagai daerah melaporkan kondisi masing-masing:
“Lamongan dan Tuban masih kosong semua. Belum ada pergerakan,” tambah warga Jawa Timur.
Dari Jambi, laporan serupa datang, “Di Sungai Penuh belum ada tanda-tanda cair.”
Meski banyak yang kecewa, sebagian warga tetap optimis.
Baca Juga: Tak Perlu ke Kecamatan atau Disdukcapil, Warga Kota Bogor Kini Bisa Urus Dokumen Kependudukan di Kelurahan
Hingga kini, baik Kementerian Sosial maupun pihak perbankan belum memberikan keterangan resmi mengenai fenomena ini.
Diamnya pemerintah justru membuat spekulasi semakin liar, apakah ini sekadar masalah teknis, atau ada kebijakan baru yang diam-diam diterapkan terkait urutan pencairan bansos?
Beberapa pengamat sosial menilai, sistem pencairan bertahap memang sudah menjadi pola tahunan.
Baca Juga: Heboh! Pemecatan Massal Tiga Mantan Pelatih Manchester United, Nomor Satu Baru Tiga Bulan Melatih
Namun faktanya, hal itu masih misteri dan belum ada informasi resmi dari pemerintah. Jadi warga diminta untuk tetap tenang.
Kini, publik hanya bisa menanti, apakah benar peserta muda diprioritaskan, ataukah ini hanyalah awal dari pencairan bertahap yang biasa terjadi setiap periode penyaluran.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga