RADAR BOGOR - Informasi terbaru bahwa distribusi dana bansos PKH BPNT sudah berjalan di sejumlah wilayah, meski pelaksanaannya masih dilakukan secara bertahap oleh masing-masing bank penyalur.
Untuk bansos BPNT, dana sebesar Rp600.000 sudah mulai cair secara merata di berbagai daerah. Begitu juga PKH.
Namun, bagi penerima bansos PKH BPNT yang dananya belum masuk ke rekening KKS, penyaluran diperkirakan akan berlanjut pada termin kedua di minggu kedua September sehingga masyarakat diminta tetap bersabar dan rutin memantau saldo masing-masing.
Sementara itu, bantuan PKH tahap 3 juga mulai disalurkan, meskipun realisasinya belum merata di seluruh bank.
Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi yang paling cepat menyalurkan dana PKH, khususnya di wilayah Aceh, di mana sejumlah penerima manfaat sudah bisa melakukan pencairan.
Adapun bank penyalur lain seperti Mandiri, BRI, dan BNI masih dalam tahap awal distribusi.
Sebagian penerima memang sudah ada yang menerima, tetapi secara keseluruhan pencairan PKH dari bank-bank tersebut belum berjalan serentak di seluruh daerah.
Berikut ringkasan status pencairan per bank penyalur berdasarkan laporan terbaru:
Bank BSI: Pencairan BPNT dan PKH sudah dilakukan, termasuk untuk wilayah Aceh.
Bank Mandiri: Bantuan BPNT sudah masuk ke rekening penerima, sementara PKH masih menunggu giliran pencairan.
Bank BRI: Dana BPNT sudah disalurkan, sedangkan PKH belum cair secara menyeluruh.
Bank BNI: Bantuan BPNT sudah diterima penerima manfaat, tetapi PKH masih dalam proses distribusi bertahap.
Kantor Pos Indonesia: Hingga awal September 2025, belum ada informasi penyaluran baik untuk BPNT maupun PKH.
Pencairan bansos tahap 3 sejatinya sudah dimulai, hanya saja penyalurannya masih berlangsung secara bertahap mengikuti jadwal dan mekanisme dari masing-masing bank.
Penerima manfaat disarankan untuk rutin mengecek saldo KKS melalui mesin ATM atau aplikasi resmi bank, serta memastikan data kepesertaan tetap aktif di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Selain itu, penggunaan dana bantuan ini diingatkan agar tetap fokus pada kebutuhan pokok keluarga seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan, sehingga tujuan utama program sosial benar-benar dirasakan manfaatnya.