RADAR BOGOR – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk tahap ketiga tahun 2025, yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Informasi ini berdasarkan pembaruan yang memperlihatkan bukti pencairan dari sejumlah penerima di berbagai daerah, sekaligus menegaskan bahwa proses distribusi dilakukan secara bertahap melalui jaringan bank penyalur.
1. PKH (Program Keluarga Harapan)
Dana bantuan yang masuk ke rekening penerima tidak seragam jumlahnya, melainkan menyesuaikan dengan komponen masing-masing keluarga.
Salah satu contoh yang ditampilkan berasal dari Jawa Timur, di mana seorang penerima menerima dana sebesar Rp450.000 untuk kategori lansia dan anak sekolah tingkat SD.
Selain itu, terdapat penerima lain yang memperoleh pencairan lebih besar, yakni mencapai Rp1.100.000.
Hal ini membuktikan bahwa skema PKH tetap berjalan sesuai dengan komponen yang berlaku, misalnya untuk ibu hamil, balita, penyandang disabilitas, lansia, serta anak-anak pada jenjang pendidikan berbeda.
Proses pencairan berlangsung melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan bank penyalur yang meliputi BRI dan BSI sebagai pihak yang sudah menyalurkan dana ke penerima manfaat.
2. BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai)
Selain PKH, program BPNT juga sudah memasuki penyaluran tahap ketiga. Bantuan ini bersifat nasional dan dicairkan secara bertahap kepada keluarga penerima melalui kartu KKS di berbagai bank, termasuk yang tergabung dalam kelompok Himbara.
Dalam tayangan tersebut ditunjukkan bahwa seorang penerima menerima dana sebesar Rp600.000 untuk periode tiga bulan. Namun, setelah adanya potongan administrasi, jumlah bersih yang diterima menjadi Rp593.000.
Penerima dengan kartu KKS dari bank BRI maupun BNI juga mulai melihat adanya pencairan, meskipun belum seluruh keluarga penerima manfaat serentak mendapatkannya.
Distribusi yang dilakukan secara bertahap diharapkan dapat menjangkau seluruh penerima tanpa terkecuali.
3. Program Bantuan Sosial Lain
Tidak hanya PKH dan BPNT, pemerintah juga mengalokasikan beberapa program bantuan lain yang sedang berjalan.
Dalam informasi yang sama, disebutkan bahwa dana dari Program Indonesia Pintar (PIP) telah mulai disalurkan bagi siswa yang masuk daftar penerima.
Selain itu, ada pula bantuan Atensi YAPI serta BLT Dana Desa yang pencairannya dilakukan dengan mekanisme tersendiri di setiap wilayah.
Kehadiran berbagai program ini diharapkan mampu memperkuat daya tahan masyarakat, terutama kelompok rentan, dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.***
Editor : Eli Kustiyawati