Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

DTSEN Wajib Jadi Pedoman Penyaluran Bansos, Menteri Sosial: Data Harus Terus Diperbaharui

Eka Rahmawati • Selasa, 9 September 2025 | 09:13 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat hadir dalam Konsolidasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat hadir dalam Konsolidasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
 
 
RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan pentingnya penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN sebagai acuan seluruh program bantuan dan pemberdayaan sosial, hal ini dilakukan salah satunya agar program pengentasan kemiskinan tepat sasaran. 
 
Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul yang menjelaskan tiga mandat prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konsolidasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jawa Timur, Senin 8 September 2025.
 
Dalam mandat itu di antaranya terkait dengan pemutakhiran DTSEN, Sekolah Rakyat, dan penyaluran bantuan sosial (bansos).
 
Baca Juga: Wanita yang Viral Disebut Mirip Ni Hyang Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ungkap Keinginan Kuliah Sambil Kerja
 
Terkait dengan DTSEN menurut Gus Ipul penyusunan data tunggal tersebut memunculkan DTSEN yang saat ini wajib menjadi pedoman.
 
Pengelolaan data tersebut dilakukan oleh BPS, sedangkan Kemensos bersama pemerintah daerah fokus pada pemutakhiran dan validasi di lapangan, sehingga akurasi data terjaga.
 
“Tidak boleh lagi ada bansos yang disalurkan tanpa berpedoman pada DTSEN, data ini dinamis, setiap hari ada lahir, meninggal, pindah, atau berubah status ekonomi, karena itu harus terus diperbarui,” jelas Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dikutip dari laman Kemensos.
 
Baca Juga: Daftar Menteri Baru yang Dilantik Presiden Prabowo, Ada Ekonom Asal Bogor Purbaya Yudhi Sadewa hingga Ferry Juliantono
 
Pesan itu disampaikan Mensos di hadapan para kepala dinas sosial, kepala Sekolah Rakyat dan koordinator kabupaten atau kota pendamping PKH se-Jatim di Aula BPSDM Provinsi Jawa Timur di Malang.
 
Tak hanya itu Gus Ipul juga menyebut pentingnya soliditas data untuk mengentaskan kemiskinan sebab lantaran dalam 10 tahun terakhir atau tahun 2014 sampai 2024 angka kemiskinan di Indonesia hanya turun 2 persen, salah satunya akibat data yang tidak sinkron.
 
Mensos mencontohkan misalnya di Jawa Timur, terdapat lebih dari 3 juta penduduk masih berada dalam kategori miskin, sehingga dibutuhkan atensi khusus dalam menyelesaikan masalah ini.
 
“Lebih dari 52 persen penduduk miskin Indonesia berada di Pulau Jawa, dan Jawa Timur memikul tanggung jawab besar, dengan data yang solid dan intervensi yang tepat, saya yakin penurunan kemiskinan bisa lebih tajam,” kata Gus Ipul.
Editor : Eka Rahmawati
#menteri sosial #bansos #DTSEN