RADAR BOGOR - Pencairan dana bantuan sosial (bansos), termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru terus berlangsung pada awal September 2025.
Berdasarkan data transaksi yang tercatat, penyaluran bansos PKH BPNT tercatat terjadi pada tanggal 9 dan 10 September 2025, dengan mayoritas bukti transaksi berasal dari Bank BSI, khususnya di wilayah Aceh.
Beberapa bukti pencairan bansos PKH BPNT yang tercatat antara lain:
· KKS Baru di Kecamatan Sawang, Aceh:
Penarikan tunai sebesar Rp 1.950.000 tercatat pada 10 September 2025 melalui Bank BSI.
· PKH dan BPNT di Sulawesi Tenggara:
Tercatat dua transaksi tunai masing-masing Rp 500.000 pada 10 September 2025, menandakan pencairan bantuan berjalan lancar.
· KKS Baru yang Dibagikan Juli–Agustus:
Cek saldo pada 9 September 2025 menunjukkan dana sebesar Rp 1.950.000.
· KKS Baru di Aceh Utara:
Saldo sebesar Rp 1.950.000 tercatat pada 9 September 2025, membuktikan pencairan berhasil dilakukan.
· KKS Baru dengan Saldo Besar:
Pada 9 September 2025, seorang KPM melakukan penarikan tunai sebesar Rp 3.000.000, menandakan adanya alokasi dana tambahan bagi penerima tertentu.
· KKS Baru dari Sigli:
Dua transaksi dicatat pada 9 September 2025, masing-masing Rp 1.000.000 dan Rp 500.000, menandakan fleksibilitas pencairan bagi penerima.
· ATM PKH Baru Bulan Agustus:
Cek saldo menunjukkan jumlah Rp 1.950.000 pada 9 September 2025.
· KKS Baru Terbaru:
Saldo terakhir tercatat Rp 1.500.000 pada 9 September 2025.
Penyaluran ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bantuan sosial bagi KPM dengan KKS baru dapat diterima tepat waktu.
Pihak terkait juga memberikan harapan agar mereka yang KKS-nya belum cair dapat segera menyusul, sehingga seluruh penerima manfaat dapat menikmati haknya.
Secara keseluruhan, bukti-bukti transaksi ini menjadi indikasi nyata bahwa pencairan PKH dan BPNT tahap terbaru di Aceh dan Sulawesi Tenggara telah berjalan dengan lancar, memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga