RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos yang bantuannya dihentikan atau "exclude" oleh sistem.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, terutama bagi KPM bansos yang sebelumnya lancar menerima bantuan.
Ada dua penyebab utama yang seringkali terdeteksi oleh sistem hingga menyebabkan bansos dihentikan, bahkan untuk KPM yang statusnya merupakan peralihan dari PT Pos ke Kartu KKS.
1. Terindikasi Terlibat Game Online Terlarang
Berdasarkan laporan terbaru dari PPATK, sistem secara otomatis mendeteksi KPM yang terlibat dalam transaksi game online terlarang.
Ini merupakan kebijakan baru dari pemerintah untuk memberantas game online terlarang.
Siapa yang Terkena? Bukan hanya KPM utama yang terlibat, melainkan seluruh anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK).
Jika ada anak, suami, atau menantu yang menggunakan NIK KTP KPM untuk membuat rekening bank atau dompet digital (e-wallet) seperti DANA dan OVO, lalu melakukan transaksi game online terlarang, maka bansos seluruh keluarga akan dihentikan.
Dampak: KPM yang terindikasi game online terlarang tidak akan menerima bansos lagi, bahkan jika sebelumnya berhak.
Pemerintah menganggap penerima tidak layak menerima bantuan karena memiliki dana untuk game online terlarang.
2. Memiliki Saldo Rekening di Atas Rp5 Juta
Sistem saat ini juga mendeteksi KPM yang memiliki saldo rekening di atas Rp5 juta.
Saldo ini tidak hanya dihitung dari rekening bansos, tetapi juga dari rekening bank lain yang dimiliki oleh KPM atau anggota keluarga dalam satu KK.
Dianggap Sejahtera: Jika KPM memiliki saldo lebih dari Rp5 juta, mereka dianggap sudah sejahtera dan tidak lagi membutuhkan bantuan.
Tindakan Pencegahan: Jika Anda berencana menyimpan uang hasil penjualan atau lainnya, usahakan tidak menumpuk saldo di rekening hingga melewati batas yang ditentukan agar bansos tidak dihentikan.
Baca Juga: KPM Bansos Terancam Diblokir Jika Melakukan Ini, Pastikan Bantuan Digunakan untuk Hal Positif
Bagi KPM yang seharusnya menerima Kartu KKS baru sebagai peralihan dari PT Pos, ada kabar penting yang perlu diperhatikan. Beberapa KPM ini mendapati bahwa kartu penerima dibatalkan.
Penyebab Pembatalan: Meskipun nama mereka masih layak di tahap 2, status kelayakan di tahap 3 bisa berubah.
Jika di tahap 3 sistem mendeteksi terlibat game online terlarang atau memiliki saldo di atas Rp5 juta, maka penerbitan Kartu KKS baru akan dibatalkan.
Harapan Palsu: Jangan berharap banyak untuk mendapatkan KKS baru jika status Anda di SIKS-NG sudah "exclude".
Penting bagi Anda untuk proaktif dalam mengecek status bansos agar tidak salah berharap.
Tanyakan ke Operator Desa/Kelurahan: Kunjungi kantor desa atau kelurahan setempat dan tanyakan kepada operator SIKS-NG tentang status bansos Anda.
Konfirmasi ke Pendamping Sosial: Anda juga bisa menghubungi pendamping sosial yang bertugas di wilayah Anda.
Hal ini akan memberikan kejelasan dan mencegah Anda menunggu pencairan bansos yang tidak pasti.***
Editor : Eka Rahmawati