RADAR BOGOR - Pencairan bansos PKH dan BPNT tahap III tahun 2025 masih terus dilakukan. Penyaluran kali ini merupakan alokasi untuk periode Juli hingga September.
Per tanggal 11 September 2025, sejumlah bank penyalur seperti BNI, Mandiri, BRI, dan BSI masih mencatat adanya transaksi pencairan bansos PKH dan BPNT. Meski begitu jumlah pencairan tidak seramai beberapa hari sebelumnya.
Untuk kategori anak sekolah setingkat SD, bansos PKH yang diterima KPM terpantau masuk ke rekening KKS BNI dengan nominal Rp225.000. Hal serupa juga berlaku untuk jenjang pendidikan lainnya sesuai ketentuan PKH.
Meskipun proses pencairan masih berlangsung, tanda-tanda berakhirnya tahap ketiga mulai terlihat. Penyaluran tidak lagi masif, menandakan distribusi dana hampir selesai.
Bagi KPM yang hingga pertengahan September belum menerima bantuan, disarankan segera melakukan pengecekan melalui operator desa atau pendamping sosial. Hal ini penting agar status bansos dapat diketahui dengan jelas.
Dalam beberapa hari terakhir, muncul banyak laporan terkait status exclude di aplikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Status ini berarti penerima tidak lagi tercatat sebagai penerima bansos.
Ada berbagai alasan KPM masuk kategori exclude. Beberapa di antaranya karena sudah tidak memenuhi komponen PKH, mengalami peningkatan taraf hidup, atau terbukti menyalahgunakan bantuan.
Kasus terbaru bahkan menyebut adanya KPM yang diduga terindikasi judi online. Meskipun masih berupa indikasi, bantuan untuk mereka tetap dihentikan. Kebijakan ini diambil agar program bansos lebih tepat sasaran.
Meski begitu, pemerintah membuka peluang bagi KPM untuk mengajukan sanggahan. Mekanisme keberatan ini diharapkan bisa memastikan data benar-benar sesuai dan tidak merugikan penerima yang masih berhak.
Selain soal dikeluarkan terdapat juga kebijakan baru dari Kementerian Sosial mengenai penghentian distribusi KKS pada tahap sebelumnya.
Surat edaran resmi telah dikirimkan ke bank penyalur agar tidak melanjutkan penyaluran kartu bagi KPM yang dianggap tidak layak.
Apabila kartu sudah terlanjur diterbitkan, rekening akan ditutup secara otomatis. Dengan demikian bansos tidak bisa lagi dicairkan oleh penerima yang sudah dicoret dari daftar.
Di sisi lain beberapa daerah juga masih menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.
Besarannya mencapai Rp900.000 untuk periode Juli hingga September dan telah dicairkan di sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Barat.
KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui pos kini mulai dialihkan ke sistem KKS. Buku rekening baru juga diberikan bersamaan dengan distribusi kartu. Namun, proses pembagian masih dilakukan secara bertahap.
Bagi penerima yang belum mendapat kartu KKS baru, pemerintah meminta masyarakat bersabar karena jadwal distribusi berbeda di setiap daerah. Hingga saat ini, pembagian masih terus berjalan.
Dengan berbagai dinamika tersebut, masyarakat penerima manfaat diharapkan aktif memantau status bansos PKH dan BPNT melalui jalur resmi. Hal ini penting agar informasi yang diperoleh valid dan terhindar dari kesalahpahaman. (***)
Penulis: Josephine Lahagu | PKL-SV IPB
Sumber: YouTube Diary Bansos