Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos dengan Integrasi NIK, Uji Coba Dimulai di Banyuwangi Akhir 2025, KPM PKH BPNT Bersiap

Ira Yulia Erfina • Sabtu, 13 September 2025 | 19:15 WIB

Ilustrasi penyaluran bansos PKH BPNT
Ilustrasi penyaluran bansos PKH BPNT

RADAR BOGOR - Pemerintah tengah menyiapkan langkah besar dalam penyaluran bansos PKH BPNT dengan merancang sistem digitalisasi yang lebih terintegrasi.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memastikan bansos utama PKH BPNT sampai kepada penerima yang benar-benar layak melalui penggunaan data tunggal yang lebih akurat dan transparan.

Sistem baru ini diharapkan mampu mengurangi kesalahan sasaran sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran bansos, khususnya PKH BPNT yang reguler di seluruh Indonesia.

Berikut adalah poin-poin penting terkait rencana digitalisasi bansos tersebut.

1. Tujuan Digitalisasi

Digitalisasi bansos dirancang untuk meningkatkan akurasi penyaluran dengan mengandalkan satu sistem data terintegrasi.

Melalui langkah ini, pemerintah berupaya memastikan agar setiap bantuan sosial yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan, bukan sekadar berdasarkan data lama yang sering kali tidak akurat.

2. Proyek Percontohan di Banyuwangi

Sebagai tahap awal, proyek percontohan akan dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur, pada akhir 2025 hingga bulan Desember.

Wilayah ini dipilih sebagai pilot project karena kesiapan infrastruktur serta pengalaman dalam mengelola inovasi digital pada pelayanan publik.

Jika hasil uji coba menunjukkan keberhasilan, maka sistem ini akan diperluas dan diterapkan secara nasional.

3. Integrasi Data dengan NIK

Salah satu keunggulan sistem baru adalah pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai basis utama dalam pengolahan data.

NIK akan digunakan untuk mengintegrasikan informasi dari berbagai lembaga pemerintah, mulai dari data kepemilikan tanah, kendaraan bermotor, hingga riwayat kesehatan yang tercatat di BPJS Kesehatan.

Selain itu, data penghasilan dari BPJS Ketenagakerjaan juga akan masuk dalam sistem ini sehingga seleksi penerima bantuan bisa dilakukan dengan lebih objektif.

4. Akses bagi Penerima Tanpa Smartphone

Masyarakat yang tidak memiliki perangkat smartphone tetap akan mendapatkan akses terhadap bantuan.

Pemerintah menyiapkan petugas khusus untuk membantu proses pendaftaran secara manual.

Selain itu, akan dilakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah bagi mereka yang kesulitan mendaftar ulang karena kondisi tertentu, sehingga tidak ada penerima yang terabaikan hanya karena keterbatasan teknologi.

5. Proses Seleksi Penerima

Penyaluran bansos tetap harus mempertimbangkan keterbatasan anggaran negara. Oleh karena itu, tidak semua warga dapat menerima bantuan.

Proses seleksi akan dilakukan secara ketat dengan kriteria tertentu, mirip dengan mekanisme seleksi ketika melamar pekerjaan atau pendidikan.

Dengan sistem kuota yang jelas, hanya warga yang memenuhi syarat dan berada dalam kelompok prioritas yang akan ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#banyuwangi #bpnt #bansos #pkh