RADAR BOGOR - Kabar baik menghampiri jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Tanah Air. kini pemerintah memberikan kejutan berupa perpanjangan bantuan beras 10 kilogram per bulan hingga Desember 2025.
Menurut laporan terbaru, hingga pertengahan September 2025, sekitar 80–90 persen KPM telah menerima bantuan PKH dan BPNT. Sehingga selanjutnya, penyaluran bansos beras bakal dilakukan.
Namun, sebelum bansos beras disalurkan, hingga kini masih ada sebagian kecil KPM yang pencairannya tertunda karena proses distribusi kartu KKS dari bank penyalur.
Mereka yang belum cair diimbau memeriksa status bantuan melalui operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) di desa masing-masing.
Menariknya, meskipun banyak yang menduga penebalan BPNT Rp400 ribu per bulan akan dilanjutkan, pemerintah justru menegaskan bahwa hanya bantuan beras yang dipastikan berlanjut.
Untuk penebalan BPNT hingga kini belum ada keputusan resmi pemerintah.
Dalam skema baru ini, bantuan beras akan disalurkan dalam dua tahap besar:
• Tahap 1: Akhir September 2025, berupa 20 kilogram sekaligus untuk alokasi September dan Oktober.
• Tahap 2: November 2025, berupa 20 kilogram untuk alokasi November dan Desember.
Arief Prasetyo Adi dari Bapanas menjelaskan bahwa sebanyak 18,2 juta keluarga yang terdaftar dalam DTSEN Kemensos akan menjadi penerima program ini.
Pemerintah juga menyiapkan dana jumbo Rp13,8 triliun guna menjamin ketersediaan stok beras hingga akhir tahun.
Perum Bulog kembali diberi mandat sebagai pelaksana distribusi di lapangan.
Banyak pihak menilai, perpanjangan bansos beras ini adalah strategi penting untuk menjaga kestabilan ekonomi rakyat jelang akhir tahun, mengingat harga-harga kebutuhan pokok cenderung melonjak di penghujung tahun.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga