RADAR BOGOR – Informasi terbaru menyoroti dua hal penting, yakni perpanjangan program bantuan beras dan penjelasan mengenai saldo tinggi pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belakangan menjadi perhatian banyak pihak.
Pertama, program bantuan beras 10 kilogram resmi diperpanjang hingga Desember 2025.
Sebanyak 18,27 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial akan kembali menerima distribusi beras secara rutin.
Tahap awal penyaluran dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2025.
Setiap KPM akan langsung mendapatkan 20 kilogram beras sekaligus. Jumlah tersebut merupakan alokasi untuk dua bulan, yaitu September dan Oktober.
Dengan perpanjangan ini, pemerintah berupaya menjaga ketahanan pangan keluarga miskin sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kedua, muncul pertanyaan publik mengenai tingginya saldo pada sebagian rekening KKS, bahkan mencapai Rp2.500.000.
Kondisi ini ternyata memiliki beberapa penjelasan yang logis. Ada tiga kemungkinan utama yang membuat saldo tersebut terlihat lebih besar dari biasanya:
1. Pencairan ganda bagi KPM tertentu.
Beberapa KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui kantor pos dan tidak memperoleh pencairan pada tahap kedua kini mendapatkan akumulasi pencairan sekaligus.
Artinya, saldo yang masuk ke rekening mereka mencakup dana tahap kedua dan ketiga sehingga jumlahnya otomatis lebih tinggi.
2. Kombinasi penerimaan PKH dan BPNT.
KPM yang berstatus sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sekaligus Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan menerima dua jenis bantuan dalam satu rekening.
Akumulasi bantuan ini secara wajar menambah total saldo pada KKS.
3. Penerima murni PKH dengan banyak komponen.
Bagi KPM yang hanya terdaftar di PKH tetapi memiliki banyak komponen, misalnya komponen pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, nilai bantuan yang diterima akan lebih besar.
Setiap komponen memberikan tambahan nominal sehingga saldo bantuan yang masuk ke rekening menjadi lebih tinggi dari rata-rata.***
Editor : Eli Kustiyawati