RADAR BOGOR - Suasana geger melanda kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah setelah muncul kabar bahwa bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap ketiga tiba-tiba cair dalam gelombang susulan, meskipun sebelumnya dinyatakan tertunda.
Banyak KPM mengaku terkejut saat mengecek saldo dan mendapati dana bansos PKH BPNT tiba-tiba sudah masuk hingga Rp2.400.000 di rekening KKS mereka.
Kabar ini pertama kali disebarluaskan oleh kanal YouTube Cek Bansos yang memperlihatkan tayangan bukti pencairan PKH BPNT terbaru per 15 September 2025.
Dalam tayangan itu, host menunjukkan hasil pengecekan ATM salah satu KPM di mana bantuan PKH dan BPNT langsung cair sekaligus dalam satu rekening.
Namun di balik kabar gembira ini, masih ada ribuan KPM yang hingga kini belum menerima bantuan sama sekali.
Setelah dilakukan pengecekan lewat sistem DIIS atau SIKS-NG, diketahui penyebab utamanya adalah status data mereka belum “SI” (Siap Salur).
KPM yang statusnya belum SI meski masih terdaftar, tidak akan bisa menerima pencairan sampai statusnya diperbarui.
Karena itu, pentingnya melapor ke pendamping sosial, Dinas Sosial, kecamatan, atau kelurahan agar status data bisa diperbaiki.
Selain kabar pencairan susulan, ada juga update positif bagi KPM yang sebelumnya menerima bansos via kantor pos.
Pemerintah melalui Bank BRI dan BNI disebut akan mulai mendistribusikan kartu KKS baru secara masif mulai pekan ini.
Wilayah yang terkonfirmasi akan menerima distribusi kartu KKS BRI antara lain:
• Bangka, Belitung, Bangka Selatan, Bangka Tengah
• Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah
• Palembang, Pagar Alam, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong
• Polewali Mandar, Boalemo, Bone, Gorontalo, Makassar, Luwu Utara, Enrekang
Sementara itu, wilayah DKI Jakarta (Pusat, Selatan, dan sebagian Timur) juga akan mendapat distribusi KKS dari Bank BNI.
KPM yang sudah memegang kartu KKS baru disarankan bersabar karena status di sistem saat ini masih “berhasil cek rekening” dan belum masuk tahap pencairan.
Perlu diingat agar KPM tidak menunggu pasif, tetapi aktif mengecek data bansos mereka melalui operator SIKS-NG desa, Dinas Sosial, atau kelurahan setempat.
Tujuannya agar mereka tahu apakah masih berpeluang menerima bansos atau sudah dicoret.
Dengan kabar terbaru ini, banyak keluarga penerima manfaat berharap bantuan sosial tahap ketiga ini benar-benar cair tepat waktu dan menyeluruh, sehingga bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kecil di tengah situasi sulit.