RADAR BOGOR - Informasi paling update seputar bantuan sosial (Bansos) pagi ini, Selasa 16 September tahun 2025.
Setelah pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2025, Pemerintah resmi melanjutkan bantuan stimulan hingga Desember tahun 2025 bagi 18,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Kabar tersebut tentunya sangat menggembirakan.
Baca Juga: Cair Rp1,8 Juta! Bansos Tambahan untuk Guru Honorer, Cek Syarat dan Cara Dapatnya di Sini
Nah, apakah penebalan BPNT Rp400.000 ini juga bakalan dilanjutkan? karena, diketahui bersama bahwa bantuan stimulan yang diberikan di beberapa waktu yang lalu kepada keluarga penerima manfaat itu ada dua jenis.
Tentunya, saat ini Bansos kategori PKH dan juga BPNT untuk tahap yang ketiga alokasi Juli, Agustus, September tahun 2025 mayoritas sudah disalurkan.
Mungkin kalau dipresentasikannya sekitar 80 persen hingga 90 persen sudah disalurkan.
Terkecuali, bagi KPM yang memang saat ini sedang menunggu proses pendistribusian kartu KKS dan juga buku rekening dari pihak bank penyalur.
Bagi KPM peralihan yang awalnya pencairannya lewat pos dialihkan ke kartu KKS, jadi saat ini sedang menunggu pendistribusian.
Nanti, kalau sudah didistribusikan ataupun sudah dibagi, menunggu ya.
Kalau sudah didropping bantuannya oleh pihak kantor bank pusatnya, nanti bakalan segera dicairkan.
Nah, tentunya buat para KPM yang sudah cair bantuannya tentu harus bersyukur.
Baca Juga: Jadwal Cair Bansos Beras 20 Kg dan Bantuan Penebalan Rp400 Ribu Bulan Ini, Cek Nama Anda Sekarang!
Sedangkan, bagi para KPM yang hingga saat ini masih belum cair bantuannya, harap bersabar.
Ada dua kemungkinan. Pertama, memang masih belum dicairkan.
Kemungkinan yang kedua memang sudah tidak dicairkan lagi.
Nah, untuk mengetahui status-status ini maka solusinya adalah mengecek di view DTSEN di SNG bisa ke Operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation) yang ada di desa ataupun ke para pendamping sosial.
Nah, ini bisa dicek di sana nanti kelihatan status view DTSEN-nya seperti apa.
Apakah masih bisa dicairkan atau memang sudah tidak bisa dicairkan.
Dengan adanya keterangan exclude seperti itu, agar bisa dipahami.
Nah, oleh sebab itu bagi para KPM disarankan menjalankan langkah tersebut apabila hingga memasuki minggu ketiga akhir bulan September ternyata bantuan sosialnya tak kunjung dicairkan.
Baiknya, daripada berprasangka buruk bisa cek di view DTSEN di akun operator SIKS-NG yang ada di desanya masing-masing.
Nah, hingga saat ini pun untuk bantuan sosial PKH dan BPNT ini masih terus dicairkan.
Tapi, memang sudah tidak semasif beberapa waktu yang lalu.
Jadi, sangat minim sekali KPM yang cair bantuannya di beberapa hari ini.
Jadi, buat para KPM sabar saja yang masih belum cair bisa cek secara berkala bisa 5 hari sekali atau 1 minggu sekali.
Nah, kemudian setelah bantuan sosial PKH dan BNT ini dicairkan untuk tahap yang ketiga kepada mayoritas para KPM di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga memberikan kabar yang sangat menggembirakan.
Jadi, pemerintah itu resmi melanjutkan bantuan stimulan hingga Desember tahun 2025 bagi 18,2 juta KPM.
Jadi perlu dicatat, di periode beberapa bulan yang lalu, pemerintah ini memang memberikan berbagai macam stimulan kepada masyarakat.
Yang diberikan kepada para KPM itu ada dua jenis.
Yang pertama adalah bantuan stimulan berupa penebalan BPNT untuk alokasi Juni dan Juli sebesar Rp400.000 yang juga sudah dicairkan kepada mayoritas KPM.
Kemudian jenis yang kedua adalah bantuan pangan beras Juni dan Juli juga sebesar 20 kg.
Nah, ini kabar gembira dari pemerintah yakni akan melanjutkan bantuan stimulan tersebut.
Tapi, untuk yang bantuan berupa pangan beras 10 kilogram tiap bulannya.
Jadi, yang diperpanjang yang dilanjutkan itu adalah bantuan stimulan berupa bantuan pangan beras 10 kilogram per bulan.
Dan ini kabarnya, bakalan dilanjutkan hingga akhir tahun Desember tahun 2025.
Jadi kalau misalkan ada yang tanya apakah penebalan BPNT Rp400.000 juga dilanjutkan?
Hingga kini, masih belum ada informasi dari pemerintah apakah dilanjutkan atau masih belum.
Baca Juga: Jadi Arah Pembangunan Kota, Bappenas Luncurkan Kebijakan Perkotaan Nasional 2045
Tapi, kabar gembiranya untuk bantuan pangan beras 10 kilogram tiap bulannya itu dilanjutkan.
Karena, untuk bantuan pangan beras 10 kilogram ini juga sangat membantu sekali kepada para KPM.
Jadi, untuk menekan beban pengeluaran keluarga tiap bulannya dengan adanya bantuan pangan beras 10 kilogram ini sangat membantu masyarakat.
Sehingga, masyarakat tidak perlu beli beras, tinggal memikirkan untuk memenuhi kebutuhan laut pauknya.
Berdasar dari website resmi Badan Pangan Nasional, sudah diumumkan bahwasanya bansos beras 10 kilogram dilanjutkan hingga Desember 18,27 juta KPM.
Pemerintah memastikan program bantuan sosial atau bansos beras 10 kilogram bagi masyarakat berpendapatan rendah berlanjut hingga akhir tahun setelah sebelumnya digulirkan pada Juni, Juli tahun 2025.
Bansos ini kembali disalurkan untuk periode September hingga Desember tahun 2025.
Program Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk masyarakat berpendapatan rendah dari pemerintah dipastikan berlanjut.
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menjelaskan, bantuan pangan beras ini akan berjalan mulai September hingga Desember, masing-masing 10 kilogram per bulan untuk 18,27 juta penerima.
Sebagai tindak lanjut, Arief menugaskan Dirut Bulog agar penyalurannya dilakukan dalam dua tahap sehingga lebih cepat terselesaikan.
Lebih lanjut ia mengatakan, tahap pertama direncanakan dilakukan pada akhir September 2025 dengan menyalurkan 20 kilogram beras sekaligus (setara alokasi September–Oktober).
Sedangkan, pada tahap kedua menyusul untuk penyaluran 20 kilogram beras alokasi November–Desember 2025.
Terkait pembiayaan, jelas Arief, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp13,9 triliun untuk program tersebut.
Arief menambahkan, data penerima berasal dari DTSEN yang terus diperbarui.
Tentu ada penyesuaian, misalnya jika terdapat penerima yang sudah meninggal sehingga tidak lagi tercatat sebagai penerima aktif. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim