Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Baru Dapat Kartu KKS, Belum Sempat Nikmati Bantuan tapi Ribuan KPM Tiba-Tiba Dinyatakan 'Exclude' Karena Hal Ini, Cek Sekarang

Khairunnisa RB • Selasa, 16 September 2025 | 08:58 WIB
KKS Bank Himbara untuk cairkan dana bansos tahap 3
KKS Bank Himbara untuk cairkan dana bansos tahap 3

RADAR BOGOR - Di tengah derasnya pencairan bantuan sosial tahap 3 pada September 2025, muncul kabar mengejutkan.

Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) justru terancam kehilangan hak mereka akibat terindikasi terlibat praktik game online terlarang.

Sementara itu, sebagian KPM lain justru bersorak gembira karena saldo bantuan tiba-tiba masuk ke kartu KKS mereka.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa penyaluran bantuan kali ini terpantau melalui dua bank besar yakni BNI dan BSI.

Nominal bantuan yang diterima bervariasi, antara Rp600.000, Rp750.000, hingga Rp1.800.000.

Beberapa penerima mengungkap bahwa dana tersebut merupakan PKH susulan bagi KPM yang baru saja menerima kartu KKS menggantikan sistem pencairan via Kantor Pos.

Sementara itu, pemerintah juga memastikan bahwa program bantuan pangan berupa beras akan tetap berlanjut hingga akhir Desember 2025.

Masing-masing KPM penerima BPNT akan mendapatkan jatah 20 kg beras sekaligus, terdiri dari 10 kg untuk September dan 10 kg untuk Oktober.

Banks tersebut rencananya akan disalurkan pada akhir September atau awal Oktober mendatang.

Namun di balik kabar pencairan ini, ada bayang-bayang kecemasan yang menghantui.

Banyak KPM yang sebelumnya menerima bantuan pada tahap 2, kini tidak lagi tercantum sebagai penerima di tahap 3.

Status mereka berubah menjadi “exclude” atau terhapus dari data penerima bansos.

Salah satu alasan utama, menurut laporan PPATK adalah karena rekening atas nama mereka atau anggota keluarganya terdeteksi melakukan transaksi ke situs game online terlarang.

Sekalipun ada anggota keluarga yang diam-diam bermain game online terlarang, seluruh KK bisa terdampak dan dihapus dari daftar bansos.

Hingga saat ini, belum ada mekanisme resmi untuk mengajukan sanggahan bagi KPM yang merasa dikeluarkan secara tidak adil.

Namun para pendamping berharap pemerintah segera membuka fitur sanggahan agar warga yang tidak bersalah dapat dipulihkan haknya.

Di sisi lain, bagi KPM yang baru menerima kartu KKS namun saldo belum masuk, dihimbau agar bersabar karena proses aktivasi dan pencairan masih berlangsung bertahap di berbagai daerah.

Gelombang pencairan bansos tahap 3 ini memang menjadi angin segar bagi sebagian keluarga prasejahtera.

Namun sekaligus menjadi alarm keras agar masyarakat menjauhi aktivitas terlarang seperti game online terlarang yang dapat menggugurkan hak mereka atas bantuan sosial.***

Editor : Eli Kustiyawati
#kpm #bansos #kks #pencairan