RADAR BOGOR - Pemerintah resmi memperpanjang program bansos beras 10 kilogram per bulan hingga akhir Desember 2025. Keputusan ini disambut gembira oleh jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Bansos beras ini diberikan setelah pencairan bansos PKH dan BPNT tahap ketiga untuk periode Juli, Agustus, dan September. Mayoritas bantuan sudah disalurkan dengan tingkat realisasi yang tinggi.
Meski begitu, masih ada sebagian keluarga penerima manfaat yang menunggu distribusi kartu KKS dan buku rekening dari bank penyalur. Proses ini menjadi syarat sebelum mereka dapat mencairkan bansos beras.
Bagi KPM yang sudah menerima pencairan, pemerintah mengingatkan agar bersyukur dan memanfaatkan bantuan dengan bijak. Sementara bagi yang belum cair diminta bersabar karena proses distribusi masih berlangsung.
Ada dua kemungkinan mengapa bantuan belum diterima. Pertama, memang masih menunggu pencairan.
Kedua, sudah tidak masuk daftar penerima. Untuk memastikan status, KPM bisa mengecek melalui pendamping sosial atau operator desa.
Bansos PKH dan BPNT tahap ketiga saat ini sudah mencapai penyaluran sekitar 80 hingga 90 persen. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial.
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menyalurkan bantuan stimulan berupa bansos beras. Setiap keluarga berhak mendapatkan alokasi 10 kilogram per bulan hingga akhir tahun. Program ini menyasar 18,2 juta penerima.
Badan Pangan Nasional menyatakan bantuan ini dilaksanakan melalui dua tahap. Penyaluran pertama pada akhir September berupa 20 kilogram beras untuk alokasi September dan Oktober. Tahap kedua dijadwalkan pada November untuk alokasi November dan Desember.
Dengan pola ini, setiap keluarga akan menerima 20 kilogram beras sekaligus dalam satu kali distribusi. Mekanisme tersebut dipilih agar proses penyaluran lebih efisien.
Untuk mendukung kelancaran program, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp13,8 triliun.
Dana ini akan digunakan untuk memastikan ketersediaan beras dan distribusi sampai ke seluruh wilayah Indonesia.
Data penerima terus diperbarui oleh Kementerian Sosial agar bantuan lebih tepat sasaran. Artinya, ada kemungkinan penerima sebelumnya tidak lagi mendapatkan bantuan karena terjadi perubahan data sosial ekonomi.
Penyaluran bansos beras pada periode Juni hingga Juli 2025 sebelumnya mencapai tingkat keberhasilan 99,34 persen. Capaian ini menjadi tolak ukur agar distribusi berikutnya berjalan lebih baik.
Bantuan beras 10 kilogram sangat berarti bagi keluarga penerima manfaat. Dengan adanya bantuan ini, beban pengeluaran untuk kebutuhan pokok beras dapat ditekan sehingga masyarakat bisa fokus memenuhi kebutuhan lain.
Pemerintah menegaskan program ini merupakan bagian dari cadangan pangan pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022. Perum Bulog kembali ditunjuk sebagai pihak penyalur di lapangan.
Perpanjangan hingga Desember diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.
Program ini juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat berpendapatan rendah. (***)
Penulis: Josephine Lahagu | PKL-SV IPB
Sumber: YouTube Diary Bansos