RADAR BOGOR – Pemerintah kembali memperpanjang program bantuan pangan berupa beras 10 kilogram hingga akhir tahun 2025.
Kabar gembira ini membawa angin segar bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) yang sangat bergantung pada program bansos beras 10 kligram tersebut.
Program bantuan pangan beras 10 kilogram ini akan disalurkan dalam jumlah yang lebih besar setiap tahapannya kepada para KPM.
Penyaluran beras 10 kilogram dilakukan langsung untuk dua bulan sekaligus, sehingga setiap keluarga akan menerima 20 kilogram beras. Skema ini diharapkan lebih efisien dan tepat sasaran.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rijal, menegaskan bahwa program ini telah dijadwalkan berlangsung mulai September 2025.
Pada tahap pertama, bantuan akan mencakup alokasi beras untuk bulan September dan Oktober.
Kemudian, tahap kedua akan disalurkan pada November dan Desember 2025. Dengan pola ini, penerima manfaat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan karena bantuan diterima sekaligus untuk jangka dua bulan.
Total anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp13,9 triliun. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk menjamin ketersediaan bantuan beras kepada 18,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Ahmad Rijal menjelaskan, setiap tahap penyaluran setara dengan 20 kilogram per keluarga. Dengan demikian, dalam dua tahap hingga akhir tahun, masing-masing keluarga akan menerima total 40 kilogram beras.
Cara untuk mengambil bansos beras dari bulog di kantor pos adalah datang langsung ke kantor pos, membawa ktp atau kartu keluarga, dan membawa surat undangan dari desa.
Pengambilan bansos beras 10 kilogram ini dapat diwakilkan oleh anggota keluarga lainnya yang dibuktikan dengan kartu keluarga.
Sebelumnya, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan beras pada periode Juni dan Juli 2025. Program tersebut berhasil menjangkau 18,2 juta warga miskin yang telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Pemerintah menilai program bantuan beras ini cukup efektif dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Dengan adanya distribusi beras secara rutin, beban pengeluaran keluarga penerima dapat berkurang.
Selain itu, pemerintah berharap program ini dapat membantu menekan potensi inflasi bahan pangan. Dengan ketersediaan beras yang terjamin di rumah tangga, permintaan di pasar bisa lebih stabil.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melanjutkan perlindungan sosial.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung masyarakat miskin dan rentan agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
Di sisi lain, Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras mencukupi untuk kebutuhan penyaluran hingga akhir tahun.
Distribusi akan dilakukan melalui jalur resmi agar tepat waktu dan tidak menimbulkan hambatan di lapangan.
Dengan adanya kepastian perpanjangan bantuan ini, jutaan keluarga penerima manfaat kini bisa lebih tenang menghadapi kebutuhan pangan hingga akhir 2025. Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. (***)
Penulis : Sabila Lestiasih - PKL SV IPB
Sumber : YT Arfan Saputra Channel