RADAR BOGOR - Pemerintah melakukan penyaluran bansos tambahan yang akan bergulir mulai Oktober hingga November 2025.
Bantuan ini hadir tidak hanya dalam bentuk beras 10 kilogram, tetapi juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas tambahan yang ditujukan untuk membantu jutaan KPM.
Bantuan tambahan ini juga menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi nasional yang lebih luas dengan nama kebijakan “8+4+5.”
Berikut adalah rincian program bantuan sosial tambahan yang akan diterima masyarakat:
1. Penambahan Minyak Goreng 2 Liter dalam Paket Bansos
Selain beras 10 kilogram yang sudah menjadi andalan bantuan pangan, pemerintah menambahkan 2 liter minyak goreng dalam paket distribusi bansos.
Langkah ini bertujuan agar kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat, terutama untuk kebutuhan memasak, dapat lebih terjamin.
2. Bantuan Tunai Rp300 Ribu untuk 17,5 Juta Penerima PKH
Sebagai upaya memperkuat jaring pengaman sosial, pemerintah memberikan bantuan tunai sebesar Rp300.000.
Bantuan ini ditujukan kepada 17,5 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH), yang mayoritas berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.
3. Distribusi Beras 10 Kg Selama Dua Bulan
Sebanyak 18,27 juta keluarga penerima manfaat akan kembali menerima bantuan beras 10 kilogram.
Distribusi ini berlaku untuk periode Oktober dan November 2025, dengan tujuan agar ketahanan pangan rumah tangga tetap terjaga dalam dua bulan terakhir menjelang akhir tahun.
4. Diskon Tarif Listrik 50 Persen untuk Pelanggan 450 VA dan 900 VA
Bagi 5,8 juta pelanggan listrik rumah tangga dengan daya 450 volt ampere dan 900 volt ampere, pemerintah memberikan subsidi berupa potongan tarif listrik sebesar 50 persen.
Fasilitas ini diharapkan dapat meringankan beban biaya rumah tangga, terutama bagi keluarga dengan konsumsi listrik rendah.
5. Bagian dari Paket Stimulus Ekonomi Nasional
Seluruh bantuan tambahan ini merupakan bagian dari kebijakan ekonomi berskala besar yang disebut “8+4+5.”
Kebijakan ini memadukan bansos, insentif fiskal, serta berbagai langkah strategis lainnya yang dibiayai melalui APBN 2025.
Tujuan akhirnya adalah untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, mendorong konsumsi domestik, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.