RADAR BOGOR – Pemerintah memastikan program bansos beras 10 kilogram untuk masyarakat berpendapatan rendah diperpanjang hingga akhir tahun 2025.
Setelah sebelumnya tersalurkan pada periode Juni–Juli 2025, kini bansos beras 10 kilogram kembali diberikan untuk periode September hingga Desember 2025.
Selain beras 10 kilogram, pemerintah juga menambahkan minyak goreng sebanyak 2 liter sebagai bagian dari paket bantuan.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya, sebagai upaya memperluas manfaat bansos bagi keluarga penerima.
Kepala Badan Pangan Nasional, Nas Arif Prasetyo Adi, menyebutkan bahwa bantuan ini akan diberikan kepada 18,27 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Data penerima bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Kementerian Sosial agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Bantuan beras dan minyak goreng ini merupakan tambahan di luar program perlindungan sosial yang sudah dijalankan pemerintah.
Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp300.000 untuk 17,5 juta KPM.
Selain itu, ada pula diskon tarif listrik sebesar 50% yang dinikmati oleh 5,8 juta pelanggan berdaya rendah.
Program ini diharapkan bisa memberikan keringanan dalam memenuhi kebutuhan pokok dan pengeluaran sehari-hari.
Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi anggaran.
Setiap kementerian dan lembaga diwajibkan untuk memastikan penyerapan dana bansos berjalan optimal dan tepat guna.
Program bantuan sosial ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi yang disebut "8 + 4 + 5". Paket tersebut diluncurkan untuk memberikan stimulus terhadap perekonomian nasional.
Kebijakan itu dirancang untuk mempercepat pemulihan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan hingga mencapai target 5,2% pada akhir tahun 2025, serta memperkuat daya beli masyarakat.
Pemerintah juga menargetkan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas melalui rangkaian program ini.
Secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp16,23 triliun melalui APBN 2025. Dana tersebut mencakup 17 program prioritas yang dibagi ke dalam tiga kelompok utama.
Pertama, terdapat 8 program akselerasi yang difokuskan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi pada tahun 2025.
Kedua, ada 4 program lanjutan yang dirancang untuk menjaga konsistensi kebijakan yang sudah berjalan.
Sementara itu, 5 program unggulan lainnya diprioritaskan untuk penyerapan tenaga kerja, sehingga manfaat kebijakan ini bisa dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Skema berlapis tersebut menunjukkan strategi pemerintah yang menyentuh berbagai sektor penting.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat berpendapatan rendah dari tekanan harga pangan dan kebutuhan pokok.
Perpanjangan bansos beras 10 kilogram ditambah minyak goreng diharapkan bisa meringankan beban keluarga serta menjaga daya beli masyarakat hingga akhir 2025. (***)
Penulis : Sabila Lestiasih - PKL SV IPB
Sumber : YT INFO BANSOS