RADAR BOGOR – Kenaikan harga sembako membuat masyarakat merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sembako, bansos hadir untuk meringankan beban masyarakat, terutama terhadap lansia dan keluarga yang kurang mampu.
Bulan September ini, dua program bansos berjalan bersamaan, yaitu bantuan PKH Plus Rp500.000 untuk para lansia dan bantuan pangan berupa beras 10 Kilogram dengan tambahan minyak Goreng 2 Liter.
PKH Plus: Bantuan nyata untuk para lansia
Program bansos PKH Plus merupakan inisiatif pemerintah dalam bentuk perhatian pemerintah terhadap para lansia yang sudah berusia senja.
Bagi sebagian orang, Rp500 ribu mungkin bukanlah jumlah besar, namun untuk mereka yang sehari-hari bergantung pada anak atau tetangga, uang ini menjadi sangat berarti.
Bantuan Pangan: Beras 10 Kilogram + Minyak Goreng 2 Liter
Kabar gembira tak henti di sana, di Senayan diputuskan untuk memberi bantuan pangan berupa beras 10 Kilogram per bulan dan akan ditambah dengan bantuan minyak goreng sebanyak 2 Liter mulai dari bulan oktober hingga bulan november 2025.
Ketua bangar DPR RI, Said Abdullah mengajukan usulan penambahan bansos tersebut. “Kalau hanya 10 Kg beras, tentu kurang. Jadi kami meminta untuk ditambahkan minyak goreng 2 Liter agar lebih terasa manfaatnya,” ujarnya.
Usulan ini muncul karena banyak KPM yang mengaku masih kesulitan memenuhi kebutuhan dapur.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Keuangan, Purbaya Yudi Sadewa memastikan pemerintah siap melaksanakan usulan tersebut. “Kalau tambah 2 Liter minyak goreng, saya pikir kami sanggup,” ujarnya.
Meskipun ada wacana untuk memberikan minyak goreng sebanyak 5 Liter, perhitungan anggaran akhirnya menyepakati 2 Liter supaya bantuan bisa tetap merata.
Program ini termasuk kedalam paket stimulus ekonomi 2025, dengan salah satu tujuannya yaitu menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga pangan global. Untuk periode desember saja pemerintah menyiapkan dana bansos sekitar Rp 7 triliun.
Terkait teknis penyaluran minyak goreng masih dibahas lebih lanjut, mengenai apakah penyalurannya akan dibagikan bersamaan dengan beras atau di bulan selanjutnya.
Meski banyak apresiasi, tetap ada harapan agar bansos ke depan lebih tepat sasaran dan berkesinambungan.
Sebagian penerima berharap jumlah bantuan bisa meningkat, atau setidaknya jadwal pencairan lebih cepat. Ada pula yang menginginkan variasi bantuan berupa lauk pauk atau kebutuhan kesehatan.
Namun, di tengah segala keterbatasan anggaran, langkah menambah minyak goreng dalam paket bansos sudah dianggap sebagai terobosan positif.
Hal ini juga menunjukkan adanya komunikasi antara pemerintah pusat, DPR, dan daerah dalam merespons keluhan masyarakat. (***)
Penulis: Yumna Siti Nur ‘Aini | PKL-SV IPB
Sumber: Youtube Arfan Saputra Channel