RADAR BOGOR - Setelah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mendapat arahan bersama dengan Kementerian Keuangan terkait bantuan sosial (bansos).
"Untuk dilakukan koordinasi lebih lanjut tentang bansos-bansos yang menjadi bagian dari tugas dan fungsi Kementerian Sosial," sebutnya.
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan, tidak ada bansos yang dikurangi.
"Bahkan dalam kesempatan-kesempatan tertentu, presiden menambah bansos. Itu yang diutamakan tentu adalah mereka yang benar-benar berhak," ucapnya.
Gus Ipul menyampaikan, penyaluran bansos untuk triwulan pertama sudah selesai 100%.
"Triwulan kedua karena ada pembukaan rekening kolektif yang memerlukan poses sangat panjang. Sekarang sudah hampir selesai," bebernya.
Sehingga, Gus Ipul mengatakan, pada penyaluran triwulan ketiga sudah menyalurkan lebih dari 75%.
"Jadi secara umum sudah bisa kita menyalurkan dengan baik kecuali bagi yang membuka rekening kolektif atau sasaran baru," jelasnya.
Gus Ipul membeberkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan sesuai arahan presiden untuk memperkuat program-program penyaluran bansos.
"Seperti permakanan untuk lansia terlantar di atas usia 75 tahun, Kita punya program itu," tuturnya.
Tak hanya lansia terlantar, Mensos mengatakan, akan ada penyaluran bansos berupa makanan dua kali sehari untuk penyandang disabilitas.
"Sarapan dan makan siang untuk 35.000 penyandang disabilitas," lanjutnya.
Gus Ipul menuturkan, pihaknya memiliki program pemberdayaan, yang juga mendapatkan perhatian dari Presiden.
Baca Juga: Pasang Gapura dan Kelola Sampah Mandiri, Pasar Jambu Dua Kota Bogor Disiapkan Ikut SNI
"Jadi sebagaimana diketahui kita ingin penerima bansos ini tidak demotivasi. Kita ingin yang namanya bansos ini dipahami sebagai sifatnya sementara," tegasnya.
Bansos, Gus Ipul menekankan bersifat sementara, sedangkan pemberdayaan selamanya.
"Kami mendapat arahan presiden agar kita juga memperkuat program pemberdayaan, sehingga tiap tahunnya bisa lebih terukur," tambahnya.
Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan, akan terlihat penerima manfaat bansos yang graduasi, yang lolos, dan yang naik kelas.
"Dari yang selama ini hanya menerima bansos mengikuti program-program pemberdayaan yang ada di Kementerian Sosial maupun di kementerian-kementerian yang lain," jabarnya.
Soal data, Gus Ipul menyebutkan, pihaknya sudah memiliki data.
Baca Juga: Kurang Fokus Saat Berkendara, Pelajar di Cibinong Bogor Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan
"By name, by address, sudah ada semua data-datanya dan ini akan kita lakukan kerja sama dengan banyak pihak untuk mengintervensi sesuai kebutuhannya," terangnya.
Gus Ipul menambahkan, di beberapa tempat bekerja sama dengan Basnas, dunia usaha, dan pihak-pihak filantropi yang memiliki program yang sama dengan Kemensos.
"Jadi kami melibatkan banyak sekali dunia swasta, dunia usaha filantropi yang bisa bersama-sama dengan kami untuk ikut mengentaskan kemiskinan khususnya kemiskinan ekstrem," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti