RADAR BOGOR - Dalam arahannya, pemerintah meminta agar penyaluran bansos PKH BPNT tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditambah untuk masyarakat yang benar-benar berhak.
Arahan ini disampaikan langsung kepada Kementerian Sosial dan Kementerian Keuangan dengan fokus pada percepatan pencairan bansos PKH BPNT dan distribusi yang lebih tepat sasaran.
Selain bansos PKH BPNT, program bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter juga diarahkan untuk dipercepat penyalurannya, sehingga masyarakat dapat segera menerima manfaat tanpa hambatan birokrasi.
Pencairan Bantuan Sosial (Bansos)
Selain program PKH dan BPNT, pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) juga sedang berlangsung.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa sebagian siswa SMA sudah menerima pencairan sebesar Rp 1,8 juta. Bantuan ini diberikan bagi penerima yang telah melakukan aktivasi rekening sejak Juli 2025.
Pencairan PIP saat ini mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan mekanisme berbeda sesuai waktu aktivasi rekening.
Mereka yang melakukan aktivasi pada Agustus 2025 dijadwalkan menerima pencairan pada Oktober mendatang. Sementara itu, pencairan susulan bagi siswa SMP juga dilaporkan mulai dicairkan.
Bantuan Tambahan
Program bantuan tambahan pangan juga disiapkan untuk memperkuat daya tahan masyarakat.
Sebanyak 18,2 juta penerima manfaat dijadwalkan akan mendapatkan beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter dengan alokasi untuk bulan Oktober dan November.
Baca Juga: Kado Manis Satu Dekade PArC, Para Atletnya Raih Juara Umum Kejurnas IPB Indoor 2025
Selain itu, pencairan PKH dan BPNT tahap susulan juga akan berlanjut di bulan Oktober. Khusus bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peralihan dari pos ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), pemerintah menargetkan distribusi kartu baru bisa segera rampung.
Saat ini, jumlah penerima yang termasuk kategori peralihan tersebut mencapai 1,5 juta keluarga.
Status Pencairan
Berdasarkan laporan dari Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG), status pencairan bansos bervariasi di setiap wilayah.
Ada penerima yang sudah berhasil melakukan pengecekan rekening, sementara sebagian lainnya masih berstatus “Sudah SI”.
Proses pencairan tinggal menunggu top up dana ke rekening masing-masing penerima yang masih tercatat dalam data resmi PKH dan BPNT.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga