RADAR BOGOR - Informasi terkait bantuan sosial (bansos) terbaru di tanggal 22 September 2025 menyebutkan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah menerima pencairan senilai Rp1,8 juta.
Ada laporan dari para KPM yang mengatakan adanya pencairan bansos karena saldo masuk ke rekening senilai Rp1,8 juta.
Dana bantuan yang masuk senilai Rp1,8 juta merupakan bansos untuk pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang sekolah anak SMA.
Baca Juga: Pemkab Bogor Genjot Penataan Estetika Cibinong, DPKPP Kabupaten Bogor Targetkan Rampung Akhir Tahun
Bagi penerima manfaat yang terdaftar dan sudah melakukan aktivasi di bulan Juli akan tercairkan di bulan September.
Sedangkan, yang sudah melakukan aktivasi di bulan Agustus, maka bantuan PIP akan dicairkan pada Oktober 2025.
Tak hanya satu, dana bantuan beberapa KPM sudah mulai cair untuk bantuan PIP ini.
Baca Juga: Setiap Hari Tarik Uang Rp 10 Ribu ke Pedagang, Pelaku Pungli di Pasar Bogor Diciduk Polisi
Penerima manfaat menuturkan, saldo Rp1,8 juta sudah mulai masuk ke penerima PIP SK nominasi 2025 yang aktivasinya rekening di bulan Juli.
Bagi PIP yang sudah aktivasi Juli 2025, sudah mulai tercairkan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kemudian, sejumlah KPM juga melaporkan saldo masuk untuk bantuan PIP jenjang anak SMP menyusul cair hari ini.
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi, Guru PKBM Pelita Ilmu Dibekali Pelatihan Perangkat Ajar Berbasis AI
Oleh karenanya, bagi KPM yang belum cair, harus bersabar menunggu pencairan di akhir termin.
Penting untuk diketahui, penerima bantuan PIP yang sudah melakukan aktivasi di bulan Juli dengan SK nominasi silakan melakukan pengecekan ke rekening melalui mesin ATM.
Sementara itu, informasi terkait bantuan sosial, adanya arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar bantuan ditambah.
Kemudian pencairan PKH dan BPNT masih dilakukan karena masih banyak KPM melalui kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau KPM peralihan via pos ke KKS.
Sayangnya, hingga saat ini masih banyak bansos yang belum tercairkan. Sehingga arahan Presiden melalui Kemensos dan Kemenkeu menginstruksikan agar pennyaluran bantuan tambahan dipercepat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mendapatkan arahan presiden untuk melakukan koordinasi lebih lanjut soal bantuan sosial atau bansos dengan Kementerian Keuangan.
Ia menegaskan tidak akan ada bansos yang dikurangi, tapi malah akan ditambah untuk mereka yang benar-benar berhak.
Editor : Siti Dewi Yanti