RADAR BOGOR – Per 22 September 2025, dua jenis bansos utama sudah resmi dicairkan dan langsung masuk ke rekening penerima manfaat, sementara delapan jenis bantuan lain dijadwalkan menyusul mulai akhir September hingga Oktober mendatang.
Dua program bansos yang sudah cair lebih dahulu terdiri atas pembayaran susulan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 3.
Selain itu, pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang sekolah dasar juga berlangsung, dengan nominal Rp450.000 per siswa yang ditransfer langsung melalui rekening bank penyalur atau kartu KIP.
Di luar dua program yang telah berjalan, pemerintah menegaskan ada delapan bansos lain yang kini tengah disiapkan dan ditargetkan bisa tersalur mulai akhir September hingga Oktober 2025. Berikut rinciannya:
1. BLT Dana Desa
Penerima yang memenuhi syarat akan mendapatkan bantuan langsung tunai sebesar Rp300.000 per bulan. Mekanismenya dilakukan langsung oleh desa untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
2. Permakanan untuk Lansia dan Disabilitas
Program ini berupa paket makanan harian yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar kelompok rentan, terutama lansia dan penyandang disabilitas.
3. Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap Kedua
Masih berlangsung hingga Oktober, termasuk pencairan susulan bagi siswa yang belum menerima bantuan pendidikan pada tahap sebelumnya.
4. ATENSI Anak Yatim Piatu
Bantuan senilai Rp200.000 per bulan untuk periode Juli hingga September. Target pencairan program ini adalah akhir September atau Oktober.
5. Pembayaran Susulan PKH dan BPNT
Selain pencairan tahap 3 yang sudah berjalan, pemerintah juga menyiapkan susulan bagi KPM yang belum menerima, termasuk penerima baru yang baru memiliki KKS.
6. BPNT Penebalan (Penguatan)
Bantuan Rp400.000 yang diberikan kepada penerima susulan PKH tahap 2, khususnya yang sebelumnya masih menunggu peralihan distribusi dari kantor pos ke rekening KKS.
7. Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng
Program reguler berupa beras 20 kilogram per KPM akan tetap dilanjutkan. Pemerintah juga tengah mengkaji tambahan minyak goreng dua liter per keluarga yang, jika disetujui, akan mulai diberikan pada periode ini.
Selain bansos reguler, pemerintah juga tengah memperkenalkan beberapa terobosan baru. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif sekolah asrama gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini sudah dimulai di Banyuwangi, khususnya wilayah Muncar, dengan pendaftaran dibuka untuk tingkat SD hingga SMA.
Tidak hanya itu, pemerintah juga meluncurkan uji coba digitalisasi bansos berbasis KTP elektronik dan pengenalan wajah.
Proyek percontohan ini berlangsung di Banyuwangi dengan target nasional pada tahun 2027. Sistem digital ini diharapkan dapat membuat distribusi bansos lebih tepat sasaran, transparan, serta meminimalkan penyalahgunaan bantuan.***
Editor : Eli Kustiyawati