RADAR BOGOR - Informasi terkait proses penyaluran bantuan tambahan sudah resmi disahkan, khusus bantuan sosial Bantuan Pangan Non Tunai (bansos BPNT).
Pemerintah memastikan tambahan komoditas minyak goreng dalam bantuan pangan periode Oktober dan November untuk lebih dari 18,2 juta penerima.
Bantuan pangan yang akan diterima berupa bantuan beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter per bulan.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyebutkan, penyaluran bantuan pangan beras akan mendistribusikan sebanyak 365.500 ton untuk alokasi Oktober dan November.
Selanjutnya, sebanyak 73.100 kiloliter minyak goreng akan disalurkan kepada 18,27 juta KPM di seluruh Indonesia. Proses penyaluran akan dimulai pada Oktober mendatang.
Info yang beredar, bantuan minyak goreng 2 liter per bulan akan disalurkan sekaligus dua bulan, sehingga KPM akan mendapatkan total 4 liter minyak goreng.
Hal yang sama berlaku untuk bantuan beras 10 kg per bulan, sehingga penyaluran beras 20 kg akan dilakukan untuk alokasi Oktober dan November.
Sehingga, penerima manfaat bantuan pangan akan mendapatkan 20 kg beras dan juga 4 liter minyak goreng. Jadwal penyaluran bantuan sudah ditetapkan dan akan dimulai pada Oktober.
Diketahui, proses penyaluran bantuan beras pangan diprioritaskan untuk wilayah Indonesia bagian timur terlebih dahulu, seperti Papua, perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain itu, daerah yang berada di kepulauan terluar di wilayah Indonesia ini akan menjadi prioritas untuk penyaluran bantuan pangan dan minyak goreng ini.
Semua pihak berharap, proses pendistribusian diberi kelancaran sehingga surat undangan akan dibagikan kepada penerima BPNT yang telah ditetapkan.
Sehingga bantuan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter ini bisa dirasakan di seluruh wilayah Indonesia.
Editor : Siti Dewi Yanti