Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemerintah Salurkan Bansos Minyak Goreng dan Beras untuk 18,27 Juta Keluarga, Anggaran Capai Rp6,5 Triliun

Yosep Awaludin • Kamis, 25 September 2025 | 09:20 WIB
Ilustrasi bansos beras, dan minyak goreng.
Ilustrasi bansos beras, dan minyak goreng.

RADAR BOGOR – Pemerintah menyalurkan bansos minyak goreng dan beras untuk masyarakat miskin dan rentan miskin pada periode Oktober hingga November 2025.

Program bansos ini dilakukan melalui Bapana didukung oleh Kementerian kKeuangan. Pemerintah menargetkan sekitar 18,27 Juta KPM untuk menerima bansos ini.

Setiap keluarga akan mendapatkan paket bantuan berupa minyak goreng dengan merek minyak kita sebanyak 2 liter per bulannya.

Menteri Koordinator Perekonomian menegaskan bantuan tambahan akan ditambah, sehingga setiap KPM menerima total minyak goreng sebanyak 4 liter untuk periode Oktober hingga Desember 2025.

Kepala Badan Pangan Nasional H. Arief Prasetyo Adi menjelaskan terkait anggaran dana bansos yang sudah direalisasikan.

“Bantuan pangan minyak goreng sekitar Rp1,1 triliun, kemudian sekitar Rp5,3 triliun untuk bantuan beras, jadi total keseluruhan Rp6,5 triliun,” ujarnya.

Penyaluran nasional ke daerah

Penyaluran bansos dilakukan melalui program daerah. Ketua Banggar DRP RI menggagas program bansos minyak goreng dengan tema ‘tebar berkah berbagi untuk sesama’.

Melalui kegiatan ini, paket sembako tersebut berisi beras 2 kg dan minyak 1 liter yang akan disalurkan kepada masyarakat termasuk tukang becak dan pedagang kaki lima di wilayah Madura.

Sementara di wilayah Jawa Tengah, paket sembako disalurkan dengan lengkap. Bansos sembako tersebut terdiri dari 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 kg gula pasir, 1 botol kecap, 10 bungkus mie instan, 1 teh kotak, 1 kg kopi, 1 kg tepung, dan 1 kaleng sarden.

Pengawasan dan kriteria penerima

Program bansos minyak goreng dan beras ini akan disalurkan melalui titik distribusi Bulog dan ID Food, menyesuaikan dengan wilayah masing-masing.

Penerima prioritas adalah keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Untuk memastikan tepat sasaran, stok minyak goreng sebanyak 7.000 kiloliter telah disiapkan Bulog, sementara pengawasan akan dilakukan oleh BPKP dan BPK.

Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan kuantitas bantuan beras hingga 20 kilogram pada akhir tahun 2025.

Selain bansos pangan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus lain pada Oktober 2025.

Salah satunya program magang bagi lulusan perguruan tinggi maksimal satu tahun (fresh graduate), yang menargetkan 20.000 peserta.

Program ini akan memberikan uang saku setara UMP, yakni sekitar Rp3,3 juta per bulan selama enam bulan.

Tak hanya itu, bantuan iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) juga akan diluncurkan untuk pekerja bukan penerima upah seperti pengemudi transportasi online, sopir, kurir, hingga tenaga logistik.

Program ini menyasar 731.361 penerima manfaat dengan potongan iuran 50 persen selama enam bulan.

Melalui JKK, pekerja akan mendapat perlindungan berupa santunan kecelakaan kerja hingga 56 kali upah, santunan kematian 48 kali upah, serta beasiswa pendidikan Rp174 juta bagi dua anak. Sedangkan JKM memberikan santunan sebesar Rp42 juta kepada ahli waris.

Dengan total anggaran triliunan rupiah, pemerintah menegaskan bahwa program bansos pangan beras dan minyak goreng ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain meringankan beban masyarakat miskin, kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tengah dinamika pasar pangan nasional. (***)

Penulis: Yumna Siti Nur ‘Aini | PKL-SV IPB
Sumber: youtube INFO BANSO

Editor : Yosep Awaludin
#bansos #pemerintah #beras