RADAR BOGOR - Terdapat tiga kabar utama terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, persiapan penyaluran bantuan pangan tambahan, kelanjutan pencairan susulan PKH/BPNT, dan masuknya dana Program Indonesia Pintar (PIP).
Pemerintah secara resmi mengumumkan rencana penyaluran dua bansos tambahan berupa penebalan sembako bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sasaran Penerima: Bantuan ini ditujukan kepada sekitar 18,3 juta KPM BPNT (baik BPNT Murni maupun BPNT plus PKH) di seluruh Indonesia.
Bentuk Bantuan: KPM akan menerima bantuan penebalan sembako non-tunai berupa beras 20 kg dan minyak goreng 2 liter.
Jadwal: Bantuan ini diperkirakan mulai disalurkan pada awal Oktober 2025.
Dengan sisa waktu sekitar satu minggu sebelum memasuki bulan Oktober, KPM yang terdaftar sebagai penerima BPNT diimbau untuk bersiap.
Pencairan bantuan sosial reguler PKH dan BPNT Tahap 3 masih terus berlangsung dalam termin susulan di berbagai daerah.
Penerima KKS Baru: Bagi KPM yang merupakan hasil peralihan penyaluran dari PT Pos ke Kartu KKS (Bank Himbara), kabar baik datang dari sistem.
Status di aplikasi SIK-NG dilaporkan sudah menunjukkan SPM (Surat Perintah Membayar), yang menandakan pencairan dana akan segera dilakukan.
Target Penyelesaian: Diharapkan seluruh pencairan bantuan susulan PKH dan BPNT Tahap 3 dapat tersalurkan sepenuhnya dan tuntas pada akhir bulan September 2025 ini.
KPM yang merasa belum menerima dana pada tahap 3 diharapkan untuk tetap memantau rekening atau KKS masing-masing.
Selain bansos reguler, pada 24 September 2025 ini juga dilaporkan adanya saldo masuk untuk Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa-siswi yang terdaftar.
Nominal Cair:
- Siswa SD: Mencairkan dana sebesar Rp450.000.
- Siswa SMP: Mencairkan dana sebesar Rp750.000.
- Siswa SMA: Mencairkan dana sebesar Rp1.800.000 (nominal tertinggi untuk jenjang SMA/sederajat per tahun).
Orang tua atau wali yang memiliki anak usia sekolah dan terdaftar sebagai penerima bantuan PIP diminta untuk segera mengecek rekening tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) masing-masing, karena pencairan bansos sudah mulai terjadi di berbagai daerah.***