Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Saldo PKH dan BPNT Masuk ke KKS: Nominal Rp600 Ribu hingga Rp1,8 Juta, Cek Selengkapnya di Sini

Yosi Alfa Resti • Jumat, 26 September 2025 | 11:03 WIB
Distribusi bansos oleh menteri sosial
Distribusi bansos oleh menteri sosial

RADAR BOGOR - Pada akhir bulan September 2025 ini, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kembali melaporkan bahwa saldo bantuan sosial (bansos) sudah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka. 

Berdasarkan pantauan, pencairan bansos kali ini terdistribusi melalui dua bank penyalur, yakni Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa beberapa KPM sudah berhasil mencairkan bansos dengan nominal yang bervariasi. 

Di antaranya ada yang menerima Rp750.000, Rp600.000, hingga Rp1.800.000. Namun, jumlah tersebut tidak selalu utuh karena adanya potongan biaya administrasi.

Misalnya, penerima yang seharusnya mendapatkan Rp600.000 hanya menerima sekitar Rp590.000, dan yang semestinya Rp1.800.000 berkurang menjadi sekitar Rp1.790.000.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan yang masuk ke saldo KKS ini merupakan kombinasi dari program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako.

Diduga Rp750.000 merupakan bantuan PKH yang baru cair, terutama untuk KPM baru yang menggunakan KKS hasil peralihan dari BOS ke Bank BNI. Beberapa laporan menyebutkan nominal ini umum terjadi di wilayah Aceh.

Umumnya Rp600.000 berasal dari bantuan BPNT atau sembako reguler. Besaran ini sesuai dengan ketentuan penyaluran bansos pangan untuk tahap tertentu.

Kemungkinan Rp1.800.000 merupakan akumulasi bantuan PKH untuk beberapa komponen keluarga, seperti anak sekolah, ibu hamil, atau lanjut usia, yang pencairannya dilakukan sekaligus.

Nominal yang masuk kali ini umumnya terkait dengan pencairan tahap 3 menuju tahap 4 tahun 2025. Beberapa KPM mengaku baru saja menerima pencairan setelah sempat tertunda pada tahap sebelumnya. 

Hal ini wajar karena proses penyaluran bansos melalui KKS seringkali berbeda waktu antarwilayah.

Selain bantuan PKH dan BPNT, pemerintah juga telah mengumumkan bahwa program bantuan pangan beras resmi diperpanjang hingga Desember 2025. 

Artinya, KPM masih akan menerima distribusi beras 10 kilogram per bulan melalui Bulog. Perpanjangan ini menjadi kabar gembira di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.

Dengan adanya perpanjangan bansos pangan dan pencairan PKH-BPNT yang terus berjalan, KPM diharapkan tetap mendapatkan haknya hingga akhir tahun. 

Namun, penting bagi KPM untuk selalu memantau saldo KKS mereka secara berkala, baik melalui ATM, E-Warung, maupun pengecekan langsung ke bank penyalur.

Pemerintah juga menegaskan bahwa data penerima akan terus diperbarui agar bantuan lebih tepat sasaran. Maka, KPM perlu memastikan bahwa data kependudukan di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) tetap aktif dan valid.

Dengan demikian, pencairan di bulan September 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa bansos PKH, BPNT, serta bantuan pangan beras terus berlanjut demi mendukung kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu.***

Editor : Eli Kustiyawati
#kpm #bansos #kks #pencairan