RADAR BOGOR - Pemerintah mulai mencairkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat terutama dalam lingkup pendidikan.
Kondisi ekonomi negara yang masih tidak menentu dan berdampak kepada banyak keluarga jangan sampai menghalangi anak-anak menerima hak atas pendidikan.
Melalui Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Bansos yang disalurkan tahun ini mendukung biaya seragam, buku, dan transportasi dengan target 10 juta siswa nasional.
Pencairan Bansos
Bantuan pendidikan dasar dan menengah PIP termin kedua semester ganjil 2025.
Bagi siswa kurang mampu yang data sekolahnya baru terverifikasi melalui sistem dapodik, cair susulan mulai 25 September sampai 30 September 2025.
Bagi siswa yang sudah aktivasi dan masuk dalam SK nominasi tetapi belum mencairkannya, mulai pekan ini dapat segera mencairkan.
Besaran dana Bansos PIP ini sesuai dengan jenjang yang ditempuh:
Peserta didik SD/MI mendapatkan Rp450.000
Peserta didik SMP/MTs mendapatkan Rp750.000;
Peserta didik SMA/SMK/MA mendapatkan Rp1.800.000.
Target jutaan pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas menjadi penerima manfaat dari bansos ini.
Sejak tahun 2020 program PIP menurunkan angka putus sekolah mencapai 12 persen.
Pencairan dilakukan langsung melalui rekening siswa.
Siswa penerima manfaat dapat memeriksa datanya melalui aplikasi Si Pintar atau cek status laman resminya.
Program ini digadang sebagai salah satu upaya strategis untuk memastikan hak setiap anak Indonesia dan investasi jangka panjang untuk generasi bangsa.
Mencegah Penyelewengan Wewenang
Bansos terkait diharapkan ada transparansi data penerima sebagai komponen dalam memastikan keberhasilan program.
Perlunya pengawasan yang ketat agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Dengan demikian, sejumlah pihak mendorong pemerintah daerah untuk aktif melakukan pendataan ulang dan pengawasan untuk memastikan tidak ada penyimpangan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim