RADAR BOGOR - Pemerintah kembali mempercepat penyaluran bansos di akhir September 2025.
Percepatan penyaluran bansos untuk meringankan beban jutaan keluarga penerima manfaat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Dampak geopolitik global dan kenaikan harga bahan pokok membuat bansos menjadi penopang penting bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui Kementerian Sosial dan kementerian lain yang terkait, pemerintah menyalurkan lima jenis bansos yang masuk ke fase pencairan susulan.
Jadwal pencairan berlangsung mulai 25 hingga 30 September 2025. Bansos ini diharapkan menjangkau penerima yang sempat terkendala administrasi atau verifikasi data.
Program pertama adalah Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan ini ditujukan bagi pelajar SD hingga SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Pencairan PIP periode kedua semester ganjil dilakukan pada pekan terakhir September. Dana digunakan untuk membeli seragam, buku, dan biaya transportasi sekolah.
Besaran PIP berbeda sesuai jenjang. Siswa SD menerima Rp450 ribu per tahun, SMP Rp750 ribu, sedangkan SMA SMK mendapat Rp1,8 juta.
Dana disalurkan langsung ke rekening siswa dan bisa dicek melalui laman resmi pip.dikbud.go.id atau aplikasi SiPintar. Program ini terbukti menekan angka putus sekolah hingga 12 persen sejak 2020.
Kedua, ada KIP Kuliah yang menjadi andalan akses pendidikan tinggi. Gelombang kedua untuk semester ganjil 2025–2026 mulai dicairkan pada pekan ini.
Bantuan menyasar 800 ribu mahasiswa penerima yang lolos jalur seleksi nasional. Program ini menanggung biaya UKT dan juga biaya hidup bulanan.
Nominal bantuan KIP Kuliah bervariasi mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan sesuai kluster. Dana langsung ditransfer ke rekening mahasiswa.
Sejak diluncurkan tahun 2014, program ini sudah meluluskan lebih dari 1,2 juta mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Ketiga, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa beras. Program ini dikelola Bulog untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat.
Penyaluran susulan kali ini merupakan alokasi Juni dan Juli yang baru bisa didistribusikan pada akhir September.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras premium per bulan atau total 20 kilogram.
Distribusi dijadwalkan sesuai wilayah, mulai dari Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 25 hingga 26 September, Sumatera pada 27 hingga 28 September, dan Papua pada 29 hingga 30 September.
Bantuan keempat adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Pencairan susulan tahap ketiga dilakukan pada akhir September untuk sekitar 7,4 juta keluarga.
Program ini bersifat kondisional, artinya penerima harus memenuhi syarat seperti membawa anak ke posyandu, memastikan imunisasi, dan menjaga kehadiran sekolah minimal 85 persen.
Nominal bantuan PKH disesuaikan dengan kategori penerima. Ibu hamil dan anak usia dini menerima Rp750 ribu per tahap, anak SD Rp225 ribu, SMP Rp375 ribu, SMA Rp500 ribu.
Sementara lansia dan penyandang disabilitas Rp600 ribu. Total bantuan bisa mencapai Rp2,7 juta per keluarga per tahun.
KPM bisa mengecek status PKH melalui laman cekbansos.go.id atau aplikasi resmi Cek Bansos di ponsel.
Kehadiran program ini terbukti membantu menekan angka stunting serta meningkatkan akses pendidikan di kalangan keluarga miskin.
Bantuan terakhir adalah BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Program ini memberikan saldo senilai Rp200 ribu per bulan kepada keluarga penerima.
Dana dicairkan untuk periode Juli hingga September dengan total Rp600 ribu. BPNT digunakan membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan telur.
Penyaluran BPNT dilakukan melalui rekening Bank Himbara. Fokus pencairan susulan kali ini adalah bagi penerima baru serta keluarga yang saldonya belum masuk penuh.
Program ini berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas harga pangan lokal serta mencegah lonjakan angka gizi buruk.
Kelima program bansos ini berjalan serentak di akhir September. Pemerintah menargetkan pencairan bisa mencapai seluruh penerima sebelum 30 September. Hingga pertengahan bulan, realisasi penyaluran tahap ketiga sudah mencapai lebih dari 74 persen.
Selain memberikan bantuan finansial, bansos juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pangan, semua menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi ketimpangan sosial.
Seluruh pencairan dilakukan melalui bank-bank Himbara yakni BRI, BNI, Mandiri, dan PTP Indonesia.
Data penerima diverifikasi melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang sudah diterapkan sejak triwulan kedua 2025. Dengan begitu, penyaluran diharapkan lebih tepat sasaran dan transparan. (***)
Penulis: Josephine Lahagu | PKL-SV IPB
Sumber: YouTube Info Bansos