RADAR BOGOR - Informasi terbaru mengenai pencairan bansos yang cair saat ini hingga tanggal 30 September 2025.
Diketahui, pada minggu akhir September 2025, pemerintah mempercepat pencairan bantuan sosial (bansos) atau bantuan pemerintah di seluruh Indonesia, baik Kementerian Sosial (Kemensos) atau kementerian terkait.
Hal ini dilakukan pemerintah untuk meringankan tantangan ekonomi, fluktuasi harga bahan pokok, dan dampak geopolitik ekonomi pada masyarakat.
Sedangkan, penyaluran bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) tahap ketiga bansos alokasi Juli - September 2025 memasuki fase susulan.
Fase susulan penyaluran bansos tahap ketiga dikabarkan berlangsung mulai dari tanggal 25 sampai 30 September 2025.
Sehingga, bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya belum mendapat dana bantuan, pencairan akan dipercepat di akhir bulan September 2025 ini.
Selain itu, ada informasi yang menyebutkan, sekitar lima bansos akan dipercepat pencairannya hingga tanggal 30 September 2025.
Bantuan yang pertama, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa-siswi jenjang SD, SMP, SMA ataupun SMK.
Jadwal pencairan bantuan ini berlangsung mulai dari tanggal 25 sampai 30 September 2025, masuk ke termin yang kedua.
Nominal bantuan yang akan diterima untuk program PIP, Rp450.000 untuk anak SD, Rp750.000 untuk anak SMP, Rp1.800.000 untuk SMA SMK sederajat.
Pencairan bantuan PIP melalui rekening siswa-siswi yang terdaftar dan sudah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Untuk mengecek status pencairan bansos PIP, bisa melakukan pengecekan di pip.kemdikbud.go.id atau bisa mengunduh aplikasi si Pintar.
Selanjutnya untuk bantuan yang kedua yang akan dicairkan sampai tanggal 30 September 2025 adalah bantuan KIP kuliah.
Bantuan KIP kuliah ini diminta dipercepat dari tanggal 25 sampai 30 September 2025, yang cair pada gelombang kedua semester ganjil tahun 2025-2026.
Target bantuan KIP kuliah adalah 800.000 mahasiswa kurang mampu dengan nominal yang akan diterima kisaran Rp800.000 sampai Rp1,4 juta per bulan berdasarkan kluster.
Jumlah tersebut merupakan biaya hidup yang akan masuk melalui rekening siswa itu sendiri.
Kemudian, bantuan ketiga yang cair adalah bantuan pangan beras dan minyak 2 liter dengan sasaran 18,27 juta KPM di seluruh Indonesia.