RADAR BOGOR - Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos yang baru saja menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), tentu muncul pertanyaan mengapa saldo di dalam kartu tersebut masih kosong.
Banyak laporan dari penerima baru bansos yang mencoba mengecek saldo KKS setelah kartu dibagikan, namun ternyata belum ada isinya.
Hal ini wajar terjadi karena ada beberapa tahapan yang perlu dilalui sebelum bantuan benar-benar masuk ke rekening KKS baru. Kartu KKS yang baru saja dibagikan memang belum otomatis berisi saldo.
Meskipun status penerima sudah tervalidasi untuk menerima bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) pada periode April, Juni, Juli, dan September 2025, proses pencairan tetap memerlukan tahapan administrasi.
Pihak pendistribusi kartu KKS terlebih dahulu membuat laporan progres ke Kementerian Sosial (Kemensos). Hanya kartu yang benar-benar terdistribusi ke KPM sah yang akan diisi saldo.
Sementara itu, kartu yang tidak berdistribusi tidak akan mendapat saldo karena beberapa alasan, seperti:
- KPM meninggal dunia.
- KPM tidak ditemukan di alamat terdata.
- KPM menolak bansos.
- KPM tidak memiliki dokumen kependudukan yang valid.
Ada tiga tahapan utama yang perlu dipahami oleh KPM baru sebelum saldo benar-benar masuk ke kartu KKS:
1. Verifikasi Rekening Kolektif dan Aktivasi Kartu
Setelah KKS dibagikan, pihak bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, atau BSI) bersama Kemensos melakukan verifikasi kolektif. Proses ini tidak dilakukan perorangan, melainkan secara serentak berdasarkan wilayah.
2. Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Susulan
Bagi KPM baru yang tervalidasi setelah pencairan reguler, akan diterbitkan SP2D susulan. SP2D ini mencakup bantuan yang dirapel, yaitu periode April, Juni, Juli, dan September 2025, ditambah bantuan penebalan sembako sebesar Rp400.000.
3. Proses Top Up Saldo oleh Bank Penyalur
Setelah SP2D terbit, bank Himbara memproses transfer dana dari kas negara ke rekening KPM. Proses top up ini biasanya membutuhkan waktu 1 hingga 3 hari kerja.
Saldo KKS baru hampir dipastikan cair secara rapel untuk periode April hingga September 2025, ditambah bantuan sembako Rp400.000. Untuk memastikan, KPM dapat melakukan langkah berikut:
Cek status di situs resmi cekbansos.kemensos.go.id secara berkala.
Jika keterangan periode bantuan sudah berubah menjadi Juli–September, artinya dana sudah masuk ke bank penyalur.
Koordinasi dengan pendamping sosial atau operator desa/kelurahan untuk mendapatkan informasi resmi.
Setelah ada pemberitahuan perubahan status, barulah cek saldo KKS di ATM Himbara atau agen resmi bank penerbit.
KPM baru tidak perlu khawatir jika saldo KKS belum langsung tersedia setelah kartu diterima. Proses distribusi hingga top up saldo membutuhkan waktu karena harus melewati tahapan administrasi.
Terpenting, jika status penerima sudah tervalidasi di sistem Kemensos, maka hak bantuan tetap aman dan akan dicairkan sesuai jadwal.
Dengan memahami alur ini, KPM baru bisa lebih tenang menunggu saldo masuk ke kartu KKS yang diterima pada Oktober 2025.***
Editor : Eli Kustiyawati