RADAR BOGOR – Pemerintah terus menggulirkan program bantuan sosial (bansos) untuk menjaga daya beli masyarakat dan meringankan kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih bergejolak.
Pada akhir September 2025, tercatat lebih dari 1,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak menerima bantuan tambahan sembako.
Bantuan tersebut dijadwalkan cair pada awal Oktober dan akan disalurkan secara bertahap di berbagai daerah.
Kabar gembira datang bagi penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau program sembako. Selain menerima bantuan reguler, sebagian KPM berpotensi mendapatkan pencairan ganda atau double, yakni dari BPNT dan bantuan tambahan sembako.
Nominal bantuan yang diterima bervariasi, mulai dari Rp300.000, Rp400.000, bahkan bisa lebih, tergantung hasil verifikasi data serta periode penyaluran.
Tambahan ini merupakan bentuk penebalan sembako yang sebelumnya juga diberikan pada periode Juni–Juli 2025.
Meski sudah melewati jadwal salur, pemerintah memastikan KPM yang terkendala teknis, seperti keterlambatan distribusi kartu KKS, tetap akan mendapatkan hak mereka.
Hingga akhir September 2025, Kementerian Sosial bersama bank penyalur masih mempercepat distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk KPM baru maupun peralihan dari pos ke KKS.
Bagi penerima yang baru mendapatkan kartu, saldo memang belum terisi. Namun, tidak perlu khawatir karena pengisian akan dilakukan berbarengan dengan pencairan tahap 4 yang berlangsung pada Oktober–Desember 2025.
KPM yang baru menerima KKS akan mendapatkan saldo secara global, mencakup bantuan PKH tahap 2 dan 3, serta BPNT tahap 2 (April–Juni) dan BPNT tahap 3 (Juli–September).
Dengan demikian, saldo yang masuk bisa cukup besar karena disalurkan sekaligus, ditambah bonus penebalan sembako Rp400.000.
Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan penyaluran tahap 3 sekaligus mempersiapkan penyaluran bansos tahap 4 untuk periode Oktober–Desember 2025.
Proses ini melibatkan verifikasi administrasi dan survei lapangan agar bantuan tepat sasaran. Data terbaru yang sudah tervalidasi akan digunakan sebagai dasar pencairan tahap akhir tahun ini.
Bagi KPM penerima PKH, nominal yang diterima tetap menyesuaikan dengan komponen masing-masing, seperti pendidikan, kesehatan, atau lansia.
Sementara untuk BPNT, bantuan akan disalurkan dalam bentuk saldo yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di e-warung.
Dengan adanya bantuan tambahan sembako untuk 1,9 juta KPM, diharapkan masyarakat penerima bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah juga menegaskan bahwa proses pencairan akan dilakukan bertahap. Dengan demikian, bagi KPM yang saldonya belum terisi di akhir September tidak perlu panik.
Saldo akan otomatis masuk begitu memasuki jadwal penyaluran tahap 4 pada awal Oktober 2025.***
Editor : Eli Kustiyawati