RADAR BOGOR - Pemerintah telah menyiapkan skema penyaluran yang menyasar jutaan keluarga penerima manfaat, yaitu bansos PKH BPNT dengan pola bertahap.
Tidak hanya berupa dana tunai dari program PKH BPNT, tetapi juga dukungan bansos berupa barang pokok, serta inovasi digitalisasi sistem untuk memastikan distribusi lebih efisien dan tepat sasaran.
Berikut informasi mengenai penyaluran bansos PKH BPNT dan lainnya:
1. Penyaluran Bantuan Akhir September di DKI Jakarta
Menutup bulan September 2025, penyaluran bansos diberikan kepada 200.684 penerima manfaat di wilayah DKI Jakarta.
Program yang dijalankan meliputi Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), serta Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).
Masing-masing penerima memperoleh tambahan dana sebesar Rp300.000 yang ditujukan untuk menopang kebutuhan rumah tangga di penghujung bulan.
2. Penyaluran Bansos di Bulan Oktober 2025
Memasuki bulan Oktober, pemerintah akan menyalurkan berbagai jenis bantuan secara bersamaan untuk jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak awal hingga akhir bulan, dengan prioritas pada keluarga yang masuk kategori Program Keluarga Harapan (PKH) sekaligus penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Mereka akan mendapatkan lima jenis bantuan tunai dan dua jenis bantuan barang, yang dijadwalkan cair ke rekening KKS atau disalurkan melalui mekanisme resmi pemerintah.
Lima jenis bantuan tunai yang disiapkan adalah:
a. Saldo PKH tahap kedua (April-Juni),
b. Saldo BPNT tahap kedua (April-Juni),
c. Saldo penebalan BPNT untuk periode Juni-Juli senilai Rp400.000,
d. Saldo PKH tahap ketiga,
e. serta saldo BPNT tahap ketiga (Juli-September 2025).
Selain dana tunai, tersedia pula dua bentuk bantuan barang berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng hingga 4 liter.
Kedua jenis bantuan sembako ini akan diberikan kepada sekitar 18,27 juta keluarga penerima manfaat.
Dengan skema tersebut, pemerintah menargetkan agar beban pengeluaran rumah tangga bisa ditekan, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya diwarnai kenaikan harga kebutuhan pokok.
3. Uji Coba Digitalisasi Program Bansos
Selain penyaluran bantuan reguler, pemerintah juga mulai melakukan uji coba digitalisasi sistem perlindungan sosial.
Pilot project dijalankan di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan target 640.000 keluarga dari kelompok ekonomi terbawah.
Tujuan utama digitalisasi adalah untuk memangkas birokrasi, mempermudah pendaftaran, mempercepat penyaluran, serta meningkatkan transparansi agar tidak terjadi penyelewengan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga