RADAR BOGOR – Dengan cairnya bansos 2025 di akhir bulan September ini, penipuan marak terjadi di sejumlah sosial media, salah satunya di Telegram.
Melansir website Komdigi, penipuan mengenai bansos di Telegram itu marak dengan mengatasnamakan pendaftaran penerima baru.
Dalam Telegram, ada akun penipuan bansos yang menyebut sebagai akun resmi untuk mendaftaran program PKH dan juga BPNT.
Komdigi menegaskan, bahwa apapun iklan atau tawaran yang ada di sosial media, selain mengarah ke akun resmi pemerintah, dipastikan itu penipuan.
Sehingga, Komdigi juga mengimbau warga untuk mendaftarkan berbagai macam terkait dengan bansos ke website resmi pemerintah.
Atau lebih baik menanyakan ke orang-orang di Kelurahan atau Kecamatan soal pendaftaran ataupun penyaluran bansos yang resmi.
Baca Juga: Meski Diprotes, Angkot Tua di Kota Bogor Tetap Dipensiunkan Tahun Depan
Bisa juga menghubungi Dinas Sosial, Pendamping Sosial, ataupun Ketua RT/RW di area masing-masing terkait pengajuan bansos.
Pengecekan keberhasilan menjadi KPM di cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos. Untuk program bansos lainnya seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah ataupun Program Indonesia Pintar (PIP) dapat dimonitor di website resmi masing-masing.
Pengecekan bansos KIP Kuliah di kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id. Sementara pengecekan bansos PIP di pip.kemendikdasmen.go.id/home_v1/cek_nisn atau aplikasi Si Pintar.
Baca Juga: Maksimalkan Dana Desa, Kunci Masa Depan Lebih Sehat Bagi Anak Indonesia
Ditinjau dari modus penipuan dengan memanfaatkan iklan Instagram dan menggunakan grup Telegram ini mirip dengan modus penipuan kerja online, Work from Home, kerja hanya like akun media sosial, kerja freelance, dan lain-lain.
Pemerintah pun terus mengeaskan, bahwa registrasi bansos jenis apa pun dari Pemerintah itu gratis. Jadi, tak perlu mentransfer uang ke pihak mana pun.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga