RADAR BOGOR – komitmen pemerintah yang mengatakan akan mendukung kesejahteraan rakyat melalui bantuan sosial dibuktikan dengan enam jenis bansos yang telah terlaksana pada bulan Oktober 2025 ini.
Program Bansos diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu, sekaligus meningkatkan akses terhadap kebutuhan dasar, pendidikan dan layanan kesehatan.
Gerakan ini sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa bansos harus disalurkan dengan tepat sasaran sehingga bansos dapat dirasakan manfaatnya bagi keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSTN) untuk memperoleh data KPM yang benar-benar berhak mendapatkan bansos dari pemerintah.
1. BTL Dana Desa
Jenis bantuan yang pertama merupakan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, bantuan ini disalurkan melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Program ini ditujukan untuk keluarga miskin dan rentan di wilayah pedesaan yang belum tercover program bansos lain.
Setiap KPM akan menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000/ bulan, penyaluran dana tersebut disesuaikan dengan kebijakan dan alur dari pemerintah desa setempat.
Beberapa pedesaan bahkan menyalurkan dua bulan sekaligus untuk periode bulan september-oktober dengan total Rp 600.000 per KPM.
2. Beras dan Minyak Goreng
Jenis bantuan yang kedua merupakan bantuan berupa sembako yang diantaranya Beras dan Minyak Goreng. Program bantuan ini sudah diumumkan sejak pertengahan bulan september.
Setiap KPM akan memperoleh tambahan 2 liter minyak goreng per bulan untuk dua bulan, sehingga total bantuan yang akan diterima sebanyak 4 liter minyak goreng.
3. KIP Kuliah
Jenis bantuan pada sektor pendidikan, pemerintah melanjutkan KIP Kuliah melalui kementerian pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.
Bantuan tersebut mencakup biaya kuliah dan biaya bulanan, bantuan yang diberikan mulai dari Rp800.000 hingga Rp1,4 Juta yang disesuaikan dengan indeks harga wilayah masing-masing kampus.
4. Program Indonesia Pintar (PIP)
Selain KIP Kuliah, pemerintah menyalurkan PIP tahap tiga mulai bulan oktober hingga akhir tahun. Bansos ini menyasar siswa SD, SMP, hingga SMA sederajat yang berasal dari KPM.
Besaran bantuan yang diperoleh oleh anak KPM disesuaikan dengan jenjang pendidikan, seperti siswa SD memperoleh Rp450.000 per tahun.
Kemudian siswa SMP memperoleh Rp750.000 per tahun, dan siswa SMA sederajat memperoleh Rp1,8 Juta per tahun. Dana tersebut dikirimkan melalui rekening SimPel (Simpanan Pelajar) melalui bank yang ditunjuk.
5. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Penebalan Rp400.000
Jenis bantuan lain yang cari pada bulan oktober adalah bantuan pangan no tunai yang disalurkan kepada setiap KPM sebesar Rp200.000 per bulan. Dana tersebut dicairkan setiap tiga bulan sekali dengan total Rp600.000 per tahap.
Pada tahap IV ini, selain bantuan reguler, pemerintah menambahkan bantuan penebalan sembako Rp 400.000 terhadap KPM tertentu, termasuk KPM peralihan dari PT Pos ke Kartu KKS.
Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan sayuran untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
6. Bantuan Iuran JKN (PBI JKN)
Jenis bansos yang terakhir disalurkan yaitu Program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehaan Nasional (PBI JKN). Melalui program ini, pemerintah membayarkan iuran BPJS Kesehatan sebesar R 42.000 per bulan pada setiap KPM.
Program ini berlaku untuk seumur hidup bagi penerima yang mendaftar, sehingga memastikan masyarakat miskin dan rentan tetap memiliki akses layanan kesehatan, baik di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit.
Dengan adanya enam bansos ini, pemerintah berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari pangan, pendidikan, hingga kesehatan.
Selain itu, penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan dan upaya meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. (***)
Penulis: Yumna Siti Nur ‘Aini | PKL-SV IPB
Sumber: INFO BANSOS