RADAR BOGOR - Awal Oktober 2025, pemerintah mulai menyalurkan bukan hanya bansos PKH BPNT, tapi juga bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Distribusi bantuan selain bansos PKH BPNT tunai itu, dilakukan di berbagai wilayah Indonesia dengan memanfaatkan titik komunitas seperti balai desa dan kantor kecamatan agar lebih mudah diakses masyarakat.
Beberapa daerah yang tercatat sudah menerima pasokan bansos pangan selain PKH BPNT, antara lain Kecamatan Ciparai di Kabupaten Bandung serta sejumlah wilayah di Papua, termasuk Jayawijaya, Nabire, dan Asmat.
Tambahan Bansos Rp 400.000
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyalurkan tambahan dana sosial sebesar Rp 400.000.
Dana ini disalurkan melalui Bank BRI dan dapat diakses langsung oleh penerima manfaat yang memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Sejumlah keluarga penerima manfaat sudah mengonfirmasi bahwa dana tersebut berhasil masuk ke rekening KKS mereka.
Pencairan PKH dan BPNT untuk Pemegang Kartu KKS Baru
Bansos untuk peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BBNT) juga sudah mulai dicairkan, terutama bagi penerima manfaat yang sebelumnya mendapatkan bantuan melalui kantor pos dan kini dialihkan ke sistem KKS.
Proses penyaluran ini sudah berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk di Bogor dan Garut, Jawa Barat.
Para penerima manfaat melaporkan jumlah bantuan yang bervariasi sesuai kategori yang diterima, mulai dari Rp 750.000, Rp 975.000, hingga Rp 1.500.000.
Pemerintah menegaskan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap, sehingga para pemegang KKS baru diimbau untuk rutin memeriksa saldo rekening mereka.
Hal ini penting agar tidak terjadi kebingungan mengingat setiap wilayah memiliki jadwal pencairan yang berbeda-beda sesuai dengan mekanisme bank penyalur.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga