RADAR BOGOR – Pada tanggal 30 September 2025, pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua akhirnya resmi disalurkan.
Tidak hanya itu, bantuan penebalan bansos PKH BPNT senilai Rp400.000 juga sudah mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik penerima.
Selain bansos PKH BPNT itu, distribusi bantuan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter juga mulai berjalan di berbagai daerah, dari Jawa Barat hingga Papua.
KPM yang selama ini menanti kepastian pencairan kini bisa sedikit bernapas lega setelah saldo masuk ke rekening masing-masing.
Laporan langsung dari lapangan menyebutkan bahwa KPM di Ciparay, Kabupaten Bandung, sudah menerima distribusi beras dan minyak di balai desa setempat.
Hal yang sama juga terjadi di berbagai daerah di Papua, termasuk Kabupaten Jayawijaya, Nabire, hingga Pegunungan Bintang.
Tak kalah menggembirakan, banyak KPM melaporkan saldo Rp400.000 sudah masuk ke rekening BRI maupun Bank Mandiri.
Di Cianjur, misalnya, KPM penerima KKS baru dari peralihan via pos sudah mengkonfirmasi bahwa saldo bansos penebalan bisa ditarik.
Bahkan di wilayah Bogor, ada penerima yang mengaku saldo Rp1,5 juta langsung masuk ke rekening KKS Mandiri.
Nominal bantuan yang cair pun beragam, mulai dari Rp225.000 untuk komponen anak sekolah dasar, Rp750.000 untuk balita, hingga hampir Rp1 juta untuk penerima lainnya.
Pemerintah menegaskan pencairan dilakukan secara bertahap, tidak serentak di seluruh wilayah.
Hal ini dimaksudkan agar proses distribusi lebih terkontrol.
Namun, masyarakat diminta untuk rutin mengecek saldo KKS masing-masing karena pencairan bisa masuk sewaktu-waktu.
Dengan adanya pencairan ini, harapan besar muncul agar bansos tahap ketiga segera menyusul.
Jutaan KPM kini menantikan kepastian kapan saldo selanjutnya akan cair.
Bagi masyarakat, bansos ini bukan sekadar bantuan, melainkan napas baru untuk bertahan di tengah sulitnya ekonomi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga