Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aplikasi Digital Food Waste, Peluang Bansos bagi Masyarakat yang Membutuhkan dan Atasi Pemanasan Global

Fransisca Susanti Wiryawan • Rabu, 1 Oktober 2025 | 09:29 WIB
Aplikasi digital food waste merupakan peluang bansos dan penurunan jumlah sampah makanan yang merupakan sumber emisi karbon
Aplikasi digital food waste merupakan peluang bansos dan penurunan jumlah sampah makanan yang merupakan sumber emisi karbon

RADAR BOGOR – Salah satu solusi penanganan sampah makanan ialah dengan mengembangkan aplikasi digital sampah makanan (food waste).

Aplikasi tersebut dirancang untuk mengatasi masalah sampah makanan yang dihasilkan oleh Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe), Supermarket, dan Minimarket.

 Aplikasi digital food waste menghubungkan antara Horeka, Supermarket, dan Minimarket dengan komunitas-komunitas sosial yang akan menyalurkan surplus makanan layak konsumsi ke masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Makanan tersebut masih berkualitas baik dan tidak kedaluarsa.

Jika surplus makanan tersebut dibiarkan, berpotensi menjadi food waste yang merupakan sumber emisi karbon.

Sedangkan emisi karbon menyebabkan pemanasan global.

Dengan menerapkan program ini, Horeka, Supermarket, dan Minimarket memiliki branding sebagai usaha bisnis yang memiliki kepedulian sosial pada masyarakat (sociopreneurship) dan ramah lingkungan.

European Commision menyatakan pada tahun 2023 jumlah emisi karbon Indonesia mencapai 1.200,2 Mt CO2eq (million tonnes of CO2 equivalent atau juta ton CO2), sehingga berkontribusi 2,3 persen pada total emisi karbon global.

Oleh karena itu, Indonesia merupakan negara penghasil emisi karbon terbesar ke-7.

Menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KILHK), pada tahun 2024 sampah di Indonesia didominasi oleh food waste, yaitu 39,41 persen.

Masalah food waste berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 dan SDG 12.

SDG 1 bertujuan untuk menghapuskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan.

SDG 12 berfokus untuk mempromosikan pola produksi dan konsumsi yang bertanggungjawab.

Laporan Indeks Sampah Makanan United Nations Environment Programme (UNEP) 2024 menyatakan Indonesia merupakan penyumbang sampah makanan terbesar di Asia Tenggara, yang menghasilkan sekitar 14,73 juta ton setiap tahunnya.

Pada tahun 2024 sampah di Indonesia didominasi oleh sampah sisa makanan, yaitu 39,41 persen yang merupakan sumber emisi karbon yang berakibat pemanasan global dan inefisiensi lahan akibat timbulan sampah.

Di sisi lain, tingkat kelaparan Indonesia diklasifikasikan sebagai kategori “kelaparan sedang” berdasarkan Global Hunger Index (GHI) pada tahun 2023.

Pemerintah Indonesia pun berkomitmen untuk menurunkan angka stunting nasional menjadi 14,2 persen pada tahun 2029.

Aplikasi Digital Food Waste bertujuan untuk mengurangi food waste dengan menghubungkan antara Horeka, Supermarket, dan Minimarket dengan warga sekitar yang membutuhkan makanan.

Hal tersebut tidak mengurangi penjualan pedagang sayur keliling ataupun UMKM karena targetnya ialah masyarakat yang kurang mampu.

Untuk menjembataninya, diperlukan kerjasama antara Horeka, Supermarket, dan Minimarket dengan komunitas-komunitas yang merupakan pahlawan sosial yang bertugas untuk mendistribusikan surplus makanan layak konsumsi ke masyarakat yang membutuhkan.

Tentu makanan yang didonasikan harus sesuai standar kesehatan.

Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tegaskan Budaya Harus Jadi Hak Fundamental dan Pilar Ekonomi saat Hadir di Forum Budaya Dunia UNESCO Mondiacult

Kualitas dan masa kadaluarsa surplus makanan merupakan titik kritis (risiko) yang harus diperhatikan.

Mengimplementasikan program ini untuk pasar tradisional di Indonesia masih berisiko tinggi.

Titik kritis (risiko) terletak pada standar dan kualitas surplus makanan pasar tradisional.

Seperti yang kita ketahui, produk pasar tradisional di Indonesia seringkali belum menerapkan standar keamanan pangan, rantai pasok dingin (cold chain), dan sanitasi yang baik.

Dampak positif adanya platform digital food waste ialah sebagai berikut:

Ramah lingkungan

Aplikasi digital tersebut meminimalisir jumlah food waste yang dihasilkan Horeka, Supermarket, dan Minimarket sehingga mengurangi emisi karbon yang ditimbulkan oleh keberadaan food waste.

Meningkatkan ketahanan pangan warga sekitar yang membutuhkan

Adanya food waste merupakan sumber daya yang tersia-sia, yaitu bahan pangan, energi untuk proses produksi, bahan kemasan yang juga merupakan pemborosan bahan dan energi, dan lain-lain.

Sementara, perubahan iklim akibat pemanasan global mengurangi hasil panen tanaman pangan sehingga mengganggu keberlanjutan sistem pangan.

Mengatasi masalah kelaparan dan kurang gizi pada warga yang rentan

Misalnya, lanjut usia (lansia), anak kecil, ibu mengandung, dan bahkan warga yang mengalami PHK ataupun berpendapatan rendah, yaitu di bawah Upah Minimum Regional (UMR) ataupun berpenghasilan tak stabil (usaha mikro).

Mengatasi masalah stunting pada Balita

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan angka stunting nasional menjadi 14,2 persen pada tahun 2029, sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun bersama Sekretariat Wakil Presiden dan Bappenas.

Program aplikasi digital food waste ini dapat diajukan sebagai a debt-for-nature swap

Pemerintah Indonesia dapat mengajukan program sosial dan ramah lingkungan ini sebagai a debt-for-nature swap karena turut berpartisipasi dalam mengatasi masalah pemanasan global.

Oleh karena itu, Indonesia memperoleh dampak positif seperti eliminasi utang luar negeri dan program aplikasi digital food waste yang berdampak positif pada lingkungan, ketahanan pangan, sosial, dan teknologi digital.

Sebagai sarana edukasi akan food waste

Selain meningkatkan kepedulian lingkungan, program aplikasi digital food waste juga meningkatkan kepedulian sosial pihak pengelola dan pedagang pasar tradisional pada warga yang rentan akan kelaparan. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Food waste #bansos