RADAR BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa era baru bansos di Indonesia bukan hanya tentang membagi bantuan, melainkan juga mengubah pola pikir masyarakat.
Melalui Kementerian Sosial, pemerintah melanjutkan berbagai program bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.
Namun, Presiden Prabowo menekankan pentingnya akurasi data dan arah kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan jangka panjang.
Dalam acara resmi yang turut diikuti ratusan anggota Karang Taruna secara luring dan daring, pemerintah mengakui masih adanya masalah klasik dalam penyaluran bansos yang belum tepat sasaran.
Ada warga mampu yang justru menerima, sementara warga miskin yang berhak justru terlewat.
Untuk memperbaikinya, pemerintah mendorong partisipasi aktif Karang Taruna.
Data harus terus diperbarui agar makin akurat.
Karang Taruna dapat ikut memverifikasi dan memvalidasi, sekaligus memberi masukan langsung dari lapangan.
Partisipasi itu diwujudkan melalui aplikasi Cek Bansos dengan fitur usul dan sanggah.
Mekanisme ini memungkinkan masyarakat turut terlibat mengoreksi data penerima.
Dengan begitu, setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan keluarga yang layak.
Lebih dari sekadar bantuan, pemerintah juga menekankan pentingnya perubahan mindset.
Presiden Prabowo mengajak masyarakat memahami bahwa bansos bukan tujuan akhir, melainkan hanya alat sementara untuk mencapai kemandirian.
Pesan itu dikemas dalam slogan yang terus diulang dalam acara: “Bansos sementara, berdaya selamanya.”
Bansos memang diperlukan, tetapi pemberdayaan jauh lebih penting untuk masa depan.
Karena itu, Presiden membentuk Kemenko Pemberdayaan Masyarakat agar ada keseimbangan antara perlindungan sosial dan penguatan kapasitas warga.
Slogan baru ini dianggap sebagai terobosan besar dalam narasi kebijakan sosial Indonesia.
Jika dulu masyarakat terbiasa melihat bansos hanya sebagai pemberian uang tunai atau sembako yang berulang, kini ada harapan agar bansos menjadi pintu gerbang menuju kemandirian ekonomi.
Dengan melibatkan Karang Taruna yang dekat dengan warga, pemerintah optimistis sistem bansos ke depan akan lebih transparan, adil, dan berorientasi jangka panjang.
Sinergi antara bantuan sementara dan program pemberdayaan diharapkan mampu membebaskan masyarakat dari ketergantungan, menuju Indonesia yang lebih mandiri.***
Editor : Eli Kustiyawati