Kabar Bahagia Awal Oktober 2025, Distribusi Beras dan Minyak Goreng Dimulai, Bansos KPM Peralihan Akhirnya Cair
Mutia Tresna Syabania• Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:55 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos beras dan minyak goreng.
RADAR BOGOR - Kabar baik bagi sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di berbagai wilayah. Terdapat dua kabar utama dimulainya pendistribusian bantuan pangan tambahan, seperti beras dan minyak goreng.
Bukan hanya minyak goreng dan beras, ada juga kelanjutan pencairan bansos PKH dan BPNT yang telah lama dinantikan oleh KPM peralihan.
Begini rincian penyaluran beras, minyak goreng, hingga bansos tunai seperti PKH dan BPNT.
Kabar yang paling ditunggu-tunggu, yaitu distribusi bantuan pangan tambahan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 4 liter, kini sudah mulai terealisasi di berbagai daerah.
Status Distribusi:
Logistik Tiba: Bantuan beras dan minyak dilaporkan sudah mulai didistribusikan ke titik-titik komunitas seperti balai desa, kantor kelurahan, dan aula kecamatan di beberapa wilayah.
Contoh Wilayah: Wilayah yang melaporkan logistik sudah tiba antara lain di Kecamatan Ciparai, Kabupaten Bandung, dan beberapa wilayah di Papua (seperti Jayawijaya, Nabire, dan Asmat).
Tindakan KPM: Jika logistik sudah tiba di titik komunitas, KPM yang terdaftar sebagai penerima bantuan tambahan ini hanya tinggal menunggu jadwal dan surat undangan resmi untuk pengambilan.
Bantuan pangan ini merupakan alokasi tambahan yang diharapkan dapat segera didapatkan oleh KPM di seluruh Indonesia.
2. Pencairan PKH, BPNT, dan Penebalan untuk KPM Peralihan
Setelah penantian berbulan-bulan, KPM yang mengalami proses peralihan penyaluran bansos dari skema PT Pos Indonesia ke Kartu KKS Himbara (khususnya yang baru mendapatkan kartu) akhirnya mulai menerima pencairan di akhir September ini.
Pencairan ini merupakan sisa alokasi dari Tahap 2 dan Tahap 3 yang tertunda.
A. Bansos Penebalan Rp400 Ribu (Bank BRI)
Terjadi kabar bahagia bagi KPM yang memiliki KKS dari Bank BRI. Saldo bansos penebalan BPNT sebesar Rp400.000 (alokasi Tahap 2, Juni-Juli) mulai resmi dicairkan.
Bukti: Sejumlah KPM pemegang KKS baru Bank BRI, termasuk di wilayah Cianjur, melaporkan saldo Rp400.000 sudah masuk, menandakan bahwa proses penyaluran sisa Tahap 2 bagi KPM peralihan telah dimulai.
KPM yang memiliki KKS baru dari Bank Mandiri juga melaporkan adanya saldo masuk dengan nominal yang bervariasi, termasuk saldo PKH dan BPNT.
Pola Pencairan: Sebagian besar KPM melaporkan bahwa saldo yang masuk saat ini masih mencakup satu tahap saja (Tahap 2 atau Tahap 3), bukan pencairan ganda (double) seperti yang sempat diharapkan.
Contoh Nominal: Laporan saldo yang masuk bervariasi, seperti Rp1.500.000 (satu tahap), Rp975.000, Rp750.000, hingga Rp600.000.
Wilayah: Pencairan dilaporkan terjadi di berbagai daerah seperti Bogor dan Garut, Jawa Barat.
Pencairan bagi KPM peralihan KKS ini dilakukan secara bertahap dan tidak serentak.
Jika KPM sudah menerima KKS baru (terutama dari Bank Mandiri dan BRI), disarankan untuk melakukan pengecekan saldo secara berkala.
Bagi yang baru menerima satu tahap (misalnya Tahap 2), bansos untuk tahapan berikutnya (Tahap 3) akan menyusul selama data KPM tersebut masih aktif dan tidak tereksklusi dari DTKS.
KPM bansos di bank Himbara lainnya (selain Mandiri dan BRI) diimbau untuk bersabar karena proses penyaluran diharapkan akan segera meluas.***
Peserta apel siaga dan pelatihan gabungan pencegahan kebakaran lahan dan kebun usai kegiatan. Editor : Rani Puspitasari Sinaga