Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perbaiki Gizi Masyarakat Pamijahan Bogor dan Atasi Stunting, Bapanas Salurkan Bansos Beras Terfortifikasi dan Biofortifikasi

Fransisca Susanti Wiryawan • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:05 WIB
Bansos beras fortifikasi mencegah malnutrisi dan stunting di area rawan pangan seperti Pamijahan, Bogor.
Bansos beras fortifikasi mencegah malnutrisi dan stunting di area rawan pangan seperti Pamijahan, Bogor.

RADAR BOGOR – Untuk pertama kalinya, Bapanas (Badan Pangan Nasional) menyalurkan bansos beras terfortifikasi dan biofortifikasi di Kantor Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, 30 September 2025.

Program bansos tersebut untuk keluarga sasaran yang mengalami malnutrisi.

Di samping itu, bansos tersebut untuk bayi dan balita yang mengalami stunting di wilayah rentan rawan pangan.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adhi mengatakan, peluncuran Bansos beras fortifikasi tersebut perdana dilakukan.

Bansos tersebut rintisan yang diinisiasi Badan Pangan Nasional bersama stakeholder terkait.

"Beras fortifikasi ini beras yang memiliki kandungan zat besi, seng, asam folat, Vitamin B1 dan Vitamin B12,” ujar Arief Prasetyo Adhi dilansir dari badanpangan.go.id.

Bansos beras fortifikasi ini sesuai dengan Perpres 72 Tahun 2021 terkait Percepatan Penurunan Stunting.

Program bansos beras tersebut merupakan bagian strategis pembangunan ketahanan pangan nasional, yaitu RPJMN 2025-2029 dalam menyokong visi Indonesia Emas 2045 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Standar kernel beras fortifikasi ialah SNI 9314:2024.

Sedangkan standar beras fortifikasi ialah SNI 9372:2025. Perumusan kedua standar tersebut digawangi oleh Bapanas.

Menurut Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Indonesia atau Aliansi Global untuk Peningkatan Gizi, masalah malnutrisi yang menimpa masyarakat rentan di Indonesia ialah koeksistensi kekurangan gizi dan obesitas.

Determinannya ialah pola makan yang tinggi karbohidrat seperti nasi dan tepung.

Kontribusi GAIN terhadap program bansos beras fortifikasi ialah berbagi pengetahuan terkait transformasi sistem pangan untuk meningkatkan konsumsi pangan bernutrisi dan aman (food safety), terutama untuk masyarakat rentan.

Agnes Malipu mengapresiasi program bansos beras fortifikasi Bapanas tersebut. Country Director GAIN Indonesia itu berharap program tersebut dapat direplikasi di area lain.

Program bansos beras fortifikasi merupakan kolaborasi antara Bapanas, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, GAIN Indonesia, KAGAMA, dan Dompet Dhuafa.

Acara tersebut dihadiri oleh wakil dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Kementerian Keuangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Provinsi Jabar, South-East Asia Food And Agricultural Science And Technology (SEAFAST) Center IPB.

Fortifikasi pangan ialah proses penambahan zat gizi esensial, seperti vitamin dan mineral, ke dalam beras untuk meningkatkan kandungan nutrisi. Fortifikasi pangan merupakan program strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah.

Sebaiknya, integrasi beras fortifikasi tersebut disertai oleh peningkatan kapasitas produsen, laboratorium pengujian, serta sistem monitoring mutu dan keamanan produk.

Bapanas memonitor mulai dari pre-market melalui audit sarana produksi serta pemberian izin edar, hingga post-market dengan melakukan sampling dan pengujian produk beras fortifikasi di peredaran serta penegakan hukum. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #bantuan langsung tunai #bansos #Biofortifikasi #beras