RADAR BOGOR - Mulai 2 Oktober 2025, proses pencairan bansos melalui program PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) kembali berlangsung di berbagai daerah.
Informasi dari sejumlah penerima menunjukkan bahwa pencairan berjalan dengan nominal yang bervariasi, menyesuaikan kategori bantuan serta status penerima.
Berikut adalah rangkuman detail mengenai pencairan dana bantuan langsung tunai di beberapa bank penyalur utama, yakni Bank Mandiri, BRI dan BNI.
1. Pencairan Melalui Bank BRI:
Sejumlah penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru yang dialihkan dari mekanisme pencairan Kantor Pos ke sistem perbankan mulai menerima dana di rekening masing-masing.
Beberapa di antaranya melaporkan pencairan dengan jumlah signifikan.
a. Seorang penerima KKS BRI baru melaporkan pencairan senilai Rp1.500.000 pada pukul 16:16 WIB.
b. Di Medan, seorang penerima KKS BRI memperoleh pencairan lanjutan sebesar Rp1.500.000, setelah sebelumnya telah menerima Rp600.000.
Transaksi tersebut terjadi pada pukul 12:46 WIB.
c. Penerima di Brebes mengonfirmasi pencairan sebesar Rp600.000.
d. Dari wilayah Palu, seorang penerima mencatat adanya pencairan ganda dengan total Rp1.810.000 pada pukul 08:36 WITA.
e. Penerima KKS BRI yang melakukan pengecekan saldo pada pagi hari sekitar pukul 07:00 WIB melaporkan pencairan Rp600.000.
f. Terdapat pula bukti pencairan PKH dan BPNT untuk KKS baru hasil peralihan dari Kantor Pos dengan nominal bervariasi, di antaranya Rp725.000 dan Rp975.000.
g. Selain pencairan reguler, terdapat pencairan tambahan atau yang disebut sebagai “penebalan” pada pukul 07:51 WIB.
2. Pencairan Melalui Bank Mandiri dan BNI
Tidak hanya Bank BRI, pencairan bansos juga terpantau melalui bank penyalur lainnya.
a. Beberapa kartu BPNT yang sebelumnya kosong mulai terisi saldo, khususnya untuk penerima dengan rekening BNI dan Mandiri.
b. Di Brebes, seorang penerima KKS Mandiri melaporkan pencairan BPNT susulan dengan nominal Rp600.000.
Selain laporan langsung dari penerima, sempat beredar bukti struk dari Bank BNI bertanggal 2 Oktober 2025.
Namun, jumlah saldo yang tercantum mencapai lebih dari Rp10 juta.
Temuan ini kemudian dinilai bukan berasal dari rekening KKS BNI atau BRI, melainkan hanya gambar pendukung yang tidak relevan dengan pencairan bansos. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim