RADAR BOGOR - Awal Oktober 2025 benar-benar menjadi momen penuh harapan bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) PKH BPNT.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan berbagai bansos, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Dalam update resmi bansos PKH BPNT yang disampaikan pada 2 Oktober 2025, diketahui bahwa:
1. Layanan Bansos Dibuka 1–11 Oktober 2025
• Pengajuan penerima baru.
• Sanggah data bansos yang terhenti.
• Reaktivasi BPJS Kesehatan (PBI-JK).
• Permintaan pembaruan desil bagi KPM yang dinilai masih layak.
• Perbaikan data akibat gagal validasi.
2. Pencairan Tahap II dan III Masih Berlangsung
Beberapa KPM sudah menerima pencairan tahap kedua (alokasi April–Juni) dan tahap ketiga (Juli–September) melalui dua bank penyalur, yakni BRI dan Mandiri.
Bahkan, sebagian penerima baru yang memperoleh KKS di Juli–Agustus, kini sudah bisa menikmati bantuan.
3. BBNT Susulan Mulai Disalurkan
Banyak laporan dari daerah menyebutkan bahwa BPNT susulan untuk alokasi tahap ketiga sudah kembali masuk rekening.
Jumlah bantuan yang diterima mencapai Rp600.000 per KPM.
Meski begitu, ada kabar yang membuat sebagian penerima gelisah.
Hingga awal Oktober ini, Bank BNI belum juga menyalurkan bantuan PKH-BPNT. Mengapa?
Menurut informasi yang diperoleh, distribusi KKS dari BNI memang selalu berada di urutan terakhir dibanding bank penyalur lainnya (BSI, Mandiri, BRI).
KPM yang baru mendapatkan KKS di bulan September 2025 kemungkinan besar belum bisa langsung mencairkan bansos.
Alasannya, masih menunggu proses aktivasi kartu dan verifikasi data.
Artinya, KPM dengan KKS baru dari BNI harus lebih bersabar karena pencairannya diprediksi menjadi gelombang paling akhir.
Meski demikian, pihak Kemensos memastikan bahwa selama data penerima aman di sistem, bantuan sosial tetap akan cair.
KPM diminta rutin mengecek saldo KKS masing-masing, khususnya di bank BNI, BRI, dan Mandiri.
Dengan perkembangan ini, Oktober 2025 dipastikan akan menjadi bulan penting sekaligus penentu bagi jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.