RADAR BOGOR – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bersama sejumlah kementerian dan lembaga resmi memulai kembali penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH BPNT yang ditunggu-tunggu masyarakat.
Terpantau dari berbagai media sosial, sejumlah KPM sudah mengunggah bukti struk pencairan bansos PKH BPNT dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp1,6 juta.
Jumlah besar ini ternyata berasal dari kombinasi berbagai program bansos, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), bantuan penebalan sembako, hingga saldo susulan tahap sebelumnya.
Beras dan Minyak Goreng Jadi Bonus Tambahan
Tak hanya uang tunai, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras 10–20 kg per keluarga serta 2 liter minyak goreng per bulan.
Untuk periode Oktober–November 2025, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog menargetkan distribusi kepada 18,7 juta KPM dengan anggaran lebih dari Rp7 triliun.
Bahkan, di Kabupaten Bogor, bansos beras yang disalurkan kali ini berjenis fortifikasi, dengan kandungan zat besi, zink, asam folat, serta vitamin B1 dan B12.
Program baru ini diharapkan mampu memperkuat gizi masyarakat rentan.
Siapa yang Paling Beruntung?
Data di lapangan menunjukkan, KPM yang paling beruntung adalah mereka yang menerima PKH plus BPNT sekaligus.
Pasalnya, saldo yang cair bisa mencapai lima macam bansos tunai, ditambah paket sembako. Rinciannya antara lain:
• Saldo PKH tahap 2 (April–Juni).
• Saldo BPNT tahap 2 (April–Juni).
• Penebalan BPNT Juni–Juli senilai Rp400 ribu.
• Saldo PKH tahap 3 (Juli–September).
• Saldo BPNT tahap 3 (Juli–September).
• Tambahan beras 10 kg dan minyak goreng hingga 4 liter.
Namun, tidak semua penerima merasakan hal yang sama.
Ada KPM yang hanya menerima PKH murni atau BPNT murni, tergantung data penerima yang telah divalidasi.
Target Penyaluran Oktober
Menurut catatan Kemensos, penyaluran bansos tahap 3 hingga September sudah mencapai 85 persen.
Kini, percepatan distribusi dilakukan melalui bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BSI) dan PT Pos, termasuk untuk KKS baru yang baru diaktivasi.
Harapannya, dalam dua pekan pertama Oktober 2025, seluruh sisa bantuan PKH dan BPNT tahap 3 bisa tuntas, sekaligus membuka jalan bagi penyaluran tahap selanjutnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga