RADAR BOGOR - Akhir tahun 2025 akan semakin semarak dengan hadirnya berbagai stimulus ekonomi baru dari pemerintah.
Tidak hanya berupa bantuan sosial, tapi juga paket diskon transportasi, dukungan UMKM, hingga program magang nasional bagi fresh graduate.
Penebalan Bansos Kuartal IV
Menko Perekonomian mengumumkan bahwa Presiden telah menginstruksikan adanya penebalan bantuan sosial hingga menyasar kelompok desil keempat.
Artinya, lebih dari 30 juta keluarga penerima manfaat akan berkesempatan menerima tambahan bantuan ini.
Jenis bantuan masih dalam tahap finalisasi dan akan dipublikasikan dalam waktu 1 minggu ke depan.
Masyarakat, khususnya penerima PKH dan BPNT, diimbau menunggu pengumuman resmi mengenai bentuk dan besaran bantuan yang akan diterima.
Diskon Besar Transportasi Akhir Tahun
Dalam rangka mendukung mobilitas masyarakat selama Natal dan Tahun Baru, pemerintah mengalokasikan stimulus untuk berbagai moda transportasi:
• Diskon 30% tiket kereta api (22 Desember 2025 – 10 Januari 2026).
• Diskon 20% tiket kapal Pelni bagi 405.000 penumpang (17 Desember – 10 Januari).
• Potongan jasa pelabuhan ASDP bagi 227.000 penumpang dan 491.000 kendaraan.
• Diskon tiket pesawat dengan subsidi PPN dan fuel charge, sehingga harga tiket turun 12–14% untuk 36 juta penumpang.
Tak hanya itu, sektor UMKM juga digerakkan lewat event Harbolnas 10–16 Desember, “Belanja Diskon Indonesia”, hingga “Epic Retail Sale” yang diperkirakan menghasilkan transaksi Rp35 triliun.
Magang Nasional untuk Fresh Graduate
Salah satu gebrakan lain yang diumumkan adalah Program Magang Siap Kerja.
Berbeda dengan skema sebelumnya, kini fokus diberikan pada lulusan baru dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
Menteri Ketenagakerjaan menjelaskan, program ini memiliki mekanisme:
• Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Siapkerja.id.
• Kuota awal 20.000 peserta dengan pembagian per provinsi.
•Peserta menerima upah minimum sesuai daerah.
•Durasi maksimal 6 bulan dengan pendampingan mentor dari perusahaan.
• Setelah selesai, peserta mendapat sertifikat magang resmi.
Pemerintah berharap kombinasi bansos penebalan, stimulus konsumsi, dan dukungan bagi tenaga kerja muda dapat menjadi penggerak utama perekonomian menjelang tutup tahun.***
Editor : Eli Kustiyawati