Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Update Bansos Periode Oktober 2025, Pemerintah Salurkan Beras Fortifikasi hingga Uang Tunai

Yosep Awaludin • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 14:40 WIB
Ilustrasi bansos beras Fortifikasi dari pemerintah pada Oktober 2025.
Ilustrasi bansos beras Fortifikasi dari pemerintah pada Oktober 2025.

RADAR BOGOR – Pemerintah menyalurkan bansos pada periode Oktober 2025, melalui sejumlah program mulai dari bantuan anak yatim piatu, PKH dan BPNT, hingga bantuan pangan beras fortifikasi.

Dikutip dari Youtube INFO BANSOS, langkah ini merupakan upaya pemerintah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat melalui program bansos dan perlindungan sosial.

Atensi API: Bantuan untuk Anak Yatim Piatu

Bansos yang akan cair pada awal Oktober yaitu Atensi API, program ini ditargetkan kepada anak yatim piatu dengan usia 0-18 Tahun yang berasal dari keluarga miskin atau rentan.

Bantuan tersebut diberikan secara tunai sebesar Rp200.000 per bulan untuk setiap anak, dan penyaluran dana sebesar Rp600.000 untuk 3 bulan.

Total bantuan yang diberikan pemerintah kepada setiap anak, bisa mencapai Rp2,4 juta per anak tergantung dengan kategori penerima, total tersebut diperoleh apabila bantuan tersebut sudah berjalan selama setahun.

Menurut laporan, beberapa penerima manfaat sudah mendapatkan haknya pada periode juli-september 2025.

Namun, proses penyaluran bantuan masih terus berlangsung secara bertahap, mengingat perbedaan jadwal dan proses verifikasi setiap daerah berbeda.

Bantuan Beras Fortifikasi Perdana

Selain program bansos tersebut, pemerintah meluncurkan penyaluran bansos pangan berupa beras fortifikasi.

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya zat gizi tambahan, seperti zat besi, zink, asam folat, vitamin B1 dan vitamin B12.

Umumnya beras ini dijual dengan harga premium, namun melalui program ini pemerintah memberikan beras ini secara gratis kepada masyarakat rentan dan rawan terhadap pangan.

Program ini menargetkan 648 KPM di delapan desa, Kecamatan Pamijahan, hingga Kabupaten Bogor.

PKH dan BPNT Tahap IV

Program lainnya yang sudah berjalan melalui beberapa tahap adalah bansos PKH dan BPNT yang kini sudah memasuki tahap keempat. Kemensos saat ini sedang melakukan verifikasi dan memvalidasi data KPM.

Menariknya, sebagian KPM yang menerima bantuan ganda akan mendapatkan saldo bansos dari beberapa tahap sekaligus, selain itu KPM juga memperoleh bantuan beras 10 kg, dan minyak goreng 4 liter.

Paket bansos ini direncanakan akan menargetkan sekitar 18 Juta KPM melalui kerja sama antar Bapanas dan Bulog.

Namun, tidak semua KPM beruntung dapat memperoleh bansos ganda. Seperti ada yang menerima bansos PKH saja tanpa BPNT atau sebaliknya.

Sehingga, bantuan yang diperoleh KPM berbeda, menyesuaikan dengan kategori KPM dalam data kemensos.

Penyaluran bansos Oktober 2025 tidak hanya memberi bantuan reguler seperti PKH dan BPNT, tetapi juga menghadirkan terobosan baru berupa beras fortifikasi bergizi tinggi.

Langkah ini menunjukkan bahwa program sosial pemerintah kini tidak hanya fokus pada bantuan finansial, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat.

Dengan total jutaan keluarga penerima manfaat, program bansos diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan gizi, dan mengurangi kerentanan sosial di tengah situasi ekonomi yang menantang. (Yumna/SV IPB)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Yosep Awaludin
#beras fortifikasi #bansos #pemerintah