RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) di bulan Oktober 2025.
Penyaluran ini melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos) serta kementerian dan lembaga terkait, yang bersama-sama memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) secara tepat sasaran.
Salah satu program yang ramai disalurkan adalah bantuan beras dan minyak goreng melalui kerja sama Badan Pangan Nasional dengan Bulog.
Berdasarkan informasi resmi, bansos beras periode Oktober–November 2025 menyasar sekitar 1,7 juta KPM dari keluarga berpenghasilan rendah. Setiap keluarga akan menerima beras 10 kg per bulan, yang kemungkinan dicairkan sekaligus 20 kg untuk dua bulan.
Anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp7 triliun. Selain beras, juga tersedia minyak goreng 2 liter sebagai bagian dari paket sembako yang ditujukan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Tidak hanya itu, Bappenas bersama Badan Pangan Nasional juga mulai meluncurkan beras fortifikasi. Program perdana ini dilakukan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Beras fortifikasi memiliki kualitas lebih baik dari beras premium biasa, karena sudah diperkaya vitamin B1, B12, dan zat gizi lain. Tujuan utamanya adalah memperkuat ketahanan pangan serta mencegah kerentanan gizi bagi kelompok masyarakat rentan.
Di sisi lain, Kementerian Sosial juga gencar menyalurkan bansos tunai maupun non-tunai. Beberapa bantuan yang terpantau cair hari ini berasal dari saldo bantuan BPNT susulan tahap 3, dengan nominal Rp600.000 hingga kombinasi pencairan mencapai Rp1,6 juta.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari saldo PKH, BPNT, serta bantuan tambahan sembako yang disalurkan melalui bank Himbara seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BTN, termasuk juga bagi KPM yang baru beralih dari penyaluran PT Pos ke kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera).
Adapun kategori bantuan yang diterima KPM beruntung meliputi:
1. Saldo PKH tahap 2 (April–Juni).
2. Saldo BPNT tahap 2.
3. Saldo penebalan BPNT periode Juni–Juli sebesar Rp400.000.
4. Saldo PKH tahap 3.
5. Saldo BPNT tahap 3 (Juli–September).
Selain saldo tunai, KPM juga mendapatkan paket sembako berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter. Bantuan ini dijadwalkan menyasar hingga 18,7 juta keluarga penerima manfaat secara bertahap sepanjang Oktober 2025 dan berpotensi berlanjut hingga akhir tahun.
Namun, pemerintah mengingatkan bahwa tidak semua penerima mendapatkan bantuan ganda. Ada KPM yang hanya menerima PKH murni atau BPNT murni. Sementara yang paling beruntung adalah kategori PKH dan BPNT, karena pencairannya biasanya beriringan.
Dengan adanya kombinasi bansos tunai dan sembako ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban masyarakat, terutama kelompok miskin ekstrem, serta memperkuat daya beli sekaligus menciptakan ketahanan pangan nasional yang lebih berkelanjutan.***