Pemerintah Siapkan Bantuan Penebalan dan Diskon Nataru di Kuartal IV 2025, Apakah Anda Termasuk Target Penerima Bansos?
Mutia Tresna Syabania• Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:05 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI: Pendataan KPM Bansos.
RADAR BOGOR - Pemerintah telah mengumumkan serangkaian stimulus ekonomi dan sosial yang akan diluncurkan pada Kuartal IV (Oktober–Desember) 2025.
Program ini bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat rentan dan menggerakkan sektor transportasi serta perdagangan menjelang akhir tahun.
Program utama yang menjadi sorotan yakni rencana pemberian stimulus tambahan yang disebut sebagai "bantuan penebalan".
Target Penerima: Bantuan ini ditujukan untuk Desil Keempat (4) atau setara dengan lebih dari 30 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), termasuk pekerja.
Finalisasi: Rincian mengenai bentuk bantuan sosial (bansos) (apakah uang tunai atau non-tunai selain beras dan minyak goreng) dan besaran anggaran sedang difinalisasi oleh pemerintah dan akan diumumkan secara detail dalam satu minggu ke depan.
Tujuan: Program ini berfungsi sebagai bantalan sosial untuk meningkatkan daya beli masyarakat rentan di akhir tahun.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan program magang akan fokus pada lulusan baru, bukan lagi mahasiswa.
Target Peserta: Program ini menargetkan mereka yang telah lulus dari perguruan tinggi dalam satu tahun terakhir.
Tujuan: Memberikan kesempatan kepada lulusan baru untuk mendapatkan eksposur di tempat kerja dan meningkatkan kompetensi melalui mentor yang harus disiapkan oleh perusahaan penerima.
Durasi dan Upah: Magang dibatasi maksimum enam bulan dengan upah yang disesuaikan dengan Upah Minimum (UM) kota atau kabupaten setempat.
Pendaftaran: Platform pendaftaran adalah Ayo Magang di Siap Kerja melalui laman siapkerja.go.id.
Perusahaan: Mulai saat ini hingga 7 Oktober, perusahaan yang memiliki NIB dan terdaftar di WLKP dapat memposting kebutuhan magang.
Peserta: Pendaftaran bagi calon peserta magang dibuka mulai 7 hingga 13 Oktober.
Kuota Awal: Kuota awal yang ditetapkan adalah 20.000 peserta, dengan pembagian proporsional berdasarkan jumlah lulusan di setiap provinsi.
Selain itu, sektor retail dan UMKM juga mendapat dukungan melalui acara seperti Harbolnas (10-16) yang diperkirakan menciptakan permintaan sebesar Rp35 triliun.
Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait detail bantuan penebalan dan persiapannya.***