RADAR BOGOR - Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 berfokus pada penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemerintah juga menegaskan bahwa bansos bukan hanya berupa uang tunai, tetapi juga mencakup program pemenuhan kebutuhan dasar bagi kelompok rentan.
Misalnya, penyediaan makan dua kali sehari bagi 35.000 penyandang disabilitas serta dukungan gizi bagi lansia terlantar berusia di atas 75 tahun yang masuk dalam basis data kesejahteraan nasional.
Selain itu, seluruh program stimulus ekonomi pada triwulan terakhir tahun 2025 juga dapat segera direalisasikan oleh kementerian terkait.
Berikut lima jenis bantuan sosial dan stimulus ekonomi yang dipastikan cair pada periode Oktober hingga Desember 2025:
1. Bantuan Beras 20 Kilogram
Pemerintah menyalurkan bantuan beras sebanyak 20 kilogram per KPM untuk dua bulan sekaligus, yakni Oktober dan November 2025.
Bantuan ini ditujukan kepada 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Melalui program ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 triliun, yang akan dikelola oleh Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan dan distribusi beras berjalan lancar.
2. Bantuan Minyak Goreng 2 Liter atau BLT Rp300.000
Bantuan ini disiapkan untuk menjangkau 18,3 juta KPM dengan dua skema penyaluran. Pertama, pemberian 2 liter minyak goreng merek Minyak Kita untuk setiap penerima manfaat.
Kedua, bagi daerah yang sulit dijangkau atau memiliki kendala distribusi barang, pemerintah mengganti bantuan tersebut dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp300.000.
Tujuan dari program ini adalah membantu masyarakat dalam menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
3. Program Keluarga Harapan (PKH)
Program andalan Kementerian Sosial ini memasuki Tahap Keempat pada periode Oktober hingga Desember 2025.
Di awal Oktober, fokus penyaluran masih diarahkan pada penyelesaian Tahap Ketiga untuk KPM yang mengalami peralihan mekanisme dari PT Pos ke Kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera), serta untuk KPM hasil validasi baru yang baru ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Penyaluran tahap keempat akan dilakukan secara bertahap melalui bank-bank Himbara, agar seluruh penerima manfaat dapat mencairkan haknya sebelum akhir tahun.
4. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Program BPNT juga masuk ke Tahap Keempat untuk periode Oktober hingga Desember 2025.
Setiap KPM akan menerima Rp200.000 per bulan, yang umumnya disalurkan secara rapel selama tiga bulan sehingga total bantuan mencapai Rp600.000.
Bantuan ini ditransfer melalui rekening KKS dan dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan seperti beras, telur, dan sayur di e-Warung yang sudah ditunjuk pemerintah.
5. Bantuan KIP (Kartu Indonesia Pintar)
Pemerintah juga mempercepat penyaluran KIP Termin Ketiga untuk periode Oktober hingga Desember 2025.
Dana ini ditransfer langsung ke rekening siswa penerima manfaat. Siswa kelas 10 semester ganjil dan kelas 12 semester genap menjadi prioritas penerimaan, dengan besaran bantuan Rp900.000 per orang.
Editor : Eka Rahmawati